Verifikasi Impor Besi Baja Terganjal Tarif Surveyor
Jumat, 12/06/2009 11:11 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Molornya pelaksanaan verifikasi impor besi baja bagi para importir produsen (IP) dan importir terdaftar (IT) ditenggarai karena adanya masalah penerapan tarif verifikasi oleh surveyor. Ini membuat importir keberatan untuk mengeluarkan biaya tambahan, di satu sisi pemerintah tidak mau menanggung biaya verifikasi besi baja tersebut.
"Masih dibicarakan dengan surveyor dan importir karena verifikasi akan menimbulkan biaya tambahan baru. Saat ini juga sedang didiskusikan tentang besaran biayanya," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian Ansari Bukhari dalam pesan singkatnya kepada detikFinance , Jumat (12/6/2009).
Sebelumnya Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui adanya kesalahan rencana penerapan verifikasi yang awalnya akan dilakukan mulai 1 Juni 2009, bahkan jauh sebelumnya sempat direncanakan diberlakukan 1 April 2009, meskipun ketentuan IT dan IP sudah diberlakukan sejak 18 Februari 2009.
Ansari mengatakan masalah verifikasi ini sangat kompleks karena tidak hanya mencakup soal tarif saja namun jumlah sektor dan jenis baja yang masuk ketentuan tata niaga turut mempengaruhi. Sebab ada beberapa jenis baja yang sedang dievaluasi penerapannya karena ternyata sudah masuk dalam ketentuan atau aturan lainnya.
"Pada saat ini sedang dilakukan review terhadap ketentuan tersebut oleh Depdag, Depperin, Kantor Menko dan Bea Cukai terkait sektor-sektor yang dikecualikan karena sektor tersebut sudah ada proses tersendiri dalam importasinya," jelasnya.
Dikatakannya mengenai pengendalian impor baja sudah ditetapkan sejak 18 Februari 2009 oleh menteri perdagangan dimana setiap importir baja harus mendapat IP atau IT setelah mendapat pertimbangan teknis dari Departemen Perindustrian.
"Begitu juga tentang kewajiban verifikasi akan ditetapkan bersamaan dengan SK baru tersebut. Untuk pengendaliannya telah diminta kepada Dirjen Bea Cukai mengambil pengawasan khusus importasi besi baja," jelas Ansari.
Sementara itu Ketua Umum Gabungan Importir Seluruh Indonesia (Ginsi) Amiruddin Saud mengatakan bahwa memang mengakui kalau penerapan verifikasi akan memberikan tambahan biaya bagi importir namun kata dia jumlahnya tidak besar.
"Nggak sampai 1% dari impor, memang pemerintah sekarang tidak menanggung, kalau dahulu pemerintah menanggung," ucapnya.
Ia juga membantah adanya tuduhan intervensi para importir yang mempengaruhi kebijakan pemerintah khususnya dalam penerapan verifikasi yang selama ini terus molor seperti yang dituduhkan beberapa kalangan pelaku baja dalam negeri.
"Kalau ada importir yang keberatan (tarif verifikasi) nggak usah impor saja lah," ucapnya.
(hen/dnl)
"Masih dibicarakan dengan surveyor dan importir karena verifikasi akan menimbulkan biaya tambahan baru. Saat ini juga sedang didiskusikan tentang besaran biayanya," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Departemen Perindustrian Ansari Bukhari dalam pesan singkatnya kepada detikFinance , Jumat (12/6/2009).
Sebelumnya Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui adanya kesalahan rencana penerapan verifikasi yang awalnya akan dilakukan mulai 1 Juni 2009, bahkan jauh sebelumnya sempat direncanakan diberlakukan 1 April 2009, meskipun ketentuan IT dan IP sudah diberlakukan sejak 18 Februari 2009.
Ansari mengatakan masalah verifikasi ini sangat kompleks karena tidak hanya mencakup soal tarif saja namun jumlah sektor dan jenis baja yang masuk ketentuan tata niaga turut mempengaruhi. Sebab ada beberapa jenis baja yang sedang dievaluasi penerapannya karena ternyata sudah masuk dalam ketentuan atau aturan lainnya.
"Pada saat ini sedang dilakukan review terhadap ketentuan tersebut oleh Depdag, Depperin, Kantor Menko dan Bea Cukai terkait sektor-sektor yang dikecualikan karena sektor tersebut sudah ada proses tersendiri dalam importasinya," jelasnya.
Dikatakannya mengenai pengendalian impor baja sudah ditetapkan sejak 18 Februari 2009 oleh menteri perdagangan dimana setiap importir baja harus mendapat IP atau IT setelah mendapat pertimbangan teknis dari Departemen Perindustrian.
"Begitu juga tentang kewajiban verifikasi akan ditetapkan bersamaan dengan SK baru tersebut. Untuk pengendaliannya telah diminta kepada Dirjen Bea Cukai mengambil pengawasan khusus importasi besi baja," jelas Ansari.
Sementara itu Ketua Umum Gabungan Importir Seluruh Indonesia (Ginsi) Amiruddin Saud mengatakan bahwa memang mengakui kalau penerapan verifikasi akan memberikan tambahan biaya bagi importir namun kata dia jumlahnya tidak besar.
"Nggak sampai 1% dari impor, memang pemerintah sekarang tidak menanggung, kalau dahulu pemerintah menanggung," ucapnya.
Ia juga membantah adanya tuduhan intervensi para importir yang mempengaruhi kebijakan pemerintah khususnya dalam penerapan verifikasi yang selama ini terus molor seperti yang dituduhkan beberapa kalangan pelaku baja dalam negeri.
"Kalau ada importir yang keberatan (tarif verifikasi) nggak usah impor saja lah," ucapnya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
