Rasio Utang RI Turun 20% dalam 5 Tahun
Minggu, 14/06/2009 11:01 WIB
Foto: lih/detikFinance
Bali, - Pemerintah mengklaim rasio utang Indonesia terhadap GDP (Gross Domestic Product) turun cukup signifikan dalam 5 tahun terakhir. Jika pada 2004 rasio utang terhadap GDP mencapai 50 persen, kini rasio utang itu berada di kisaran 30 persen.
Demikian disampaikan Mensesneg Hatta Rajasa di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (14/6/2009).
"Debt to GDP ratio kita sekarang sedikit di atas 30 persen yang sebelumnya jauh lebih besar bahkan pada sata krisis kita mendekati angka 100 persen. Kemudian pada waktu itu 50 persen pada jaman 2004, sekarang tinggal 30-an persen," katanya.
Menurut Hatta, jumlah nilai utang Indonesia secara angka memang bisa jadi lebih tinggi dari sebelumnya. Namun jumlah ini juga harus dibandingkan dengan jumlah utang sebelumnya.
"Jadi yang lazim itu orang mengukur terhadap utang itu, adalah debt to GDP ratio. Jangan dilihat angka absolutnya. Kalau dilihat dari angka itu boleh saja tapi bandingkan juga. Kan GDP kita juga naik, pendapatan kita meningkat," tambahnya.
Cerminan dari peningkatan GDP ini terlihat dari pendapatan dan daya konsumsi masyarakat yang juga bertambah. Kondisi seperti ini menunjukkan tingkat kemampuan Indonesia untuk mengembalikan utang juga meningkat.
"Karena reserve Indonesia juga bertambah, pendapatan masyarakat bertambah, GDP kita juga meningkat hampir dua kali lipat. Jadi harus diukur dari debt to GDP rasio, artinya kemampuan kita juga untuk mengembalikan itu jauh lebih besar," ujarnya.
(lih/lih)
Demikian disampaikan Mensesneg Hatta Rajasa di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (14/6/2009).
"Debt to GDP ratio kita sekarang sedikit di atas 30 persen yang sebelumnya jauh lebih besar bahkan pada sata krisis kita mendekati angka 100 persen. Kemudian pada waktu itu 50 persen pada jaman 2004, sekarang tinggal 30-an persen," katanya.
Menurut Hatta, jumlah nilai utang Indonesia secara angka memang bisa jadi lebih tinggi dari sebelumnya. Namun jumlah ini juga harus dibandingkan dengan jumlah utang sebelumnya.
"Jadi yang lazim itu orang mengukur terhadap utang itu, adalah debt to GDP ratio. Jangan dilihat angka absolutnya. Kalau dilihat dari angka itu boleh saja tapi bandingkan juga. Kan GDP kita juga naik, pendapatan kita meningkat," tambahnya.
Cerminan dari peningkatan GDP ini terlihat dari pendapatan dan daya konsumsi masyarakat yang juga bertambah. Kondisi seperti ini menunjukkan tingkat kemampuan Indonesia untuk mengembalikan utang juga meningkat.
"Karena reserve Indonesia juga bertambah, pendapatan masyarakat bertambah, GDP kita juga meningkat hampir dua kali lipat. Jadi harus diukur dari debt to GDP rasio, artinya kemampuan kita juga untuk mengembalikan itu jauh lebih besar," ujarnya.
(lih/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
