PLN: Masyarakat Lebih Mengeluh Soal Listrik Bukan Beras
Senin, 15/06/2009 12:30 WIB
Foto: lih/detikFinance
Jakarta - PLN mengakui masalah listrik sudah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat luas. Saking vitalnya, kebutuhan listrik sering lebih penting ketimbang kebutuhan makanan pokok seperti beras.
"Memang listrik sudah menjadi kebutuhan vital, sering kunjungan saya ke daerah yang selalu dikeluhkan gubernur adalah masalah listrik bukan beras," ucap Fahmi berseloroh dalam acara raker gabung dengan komisi V di DPR RI, Jakarta, Senin (16/6/2009).
Dikatakan Fahmi, saat ini masalah kelistrikan di Indonesia sudah sangat serius, sampai saat ini hanya 65% masyarakat Indonesia yang sudah teraliri listrik sedangkan 35% belum terjangkau listrik karena lokasinya jauh dari wilayah existing distribusi PLN.
"Situasi ini tidak terlepas dar kondisi lalu, seperti 1998 PLN kehilangan momentum untuk melakukan investasi," ujarnya.
Ia mengatakan estimasi biaya pemasangan baru untuk listirk pada tahun ini diperkirakan menelan dana Rp 3,2 triliun namun dana yang diperoleh PLN hanya mencapai Rp 1 triliun atau hanya mencakup 1,3 juta pelanggan. Pembangunan ketersedian listrik, kata dia, harus ada bersamaan yaitu antara pembangkit, sistem distribusi dan transmisi yang menelan biaya sangat besar.
Menurutnya ketersedian listrik di daerah Jawa Madura dan Bali (Jamali) sampai saat ini tidak menjadi masalah, sedangkan di luar Jamali justru sampai saat ini yang menjadi masalah. Sehingga diharapkan dengan rampungnya program 10.000 MW yang berlokasi 35 lokasi di Jawa dan di luar Jawa, masalah listrik secara bertahap dapat dikurangi.
Masalah kekurangan suplai listrik pun terjadi pada para konsumen rumah tangga yang memperoleh atau membeli rumah dari para pengembang properti.
Misalnya anggota Real Estate Indonesia (REI) mencatat sejak tahun 2003 lalu setidaknya ada 48.000 rumah dari pengembang yang belum teraliri listrik, sedangkan APERSI mencatat mencapai 20.000 rumah dan Perumnas mencapai 23.000 Rsh.
(hen/lih)
"Memang listrik sudah menjadi kebutuhan vital, sering kunjungan saya ke daerah yang selalu dikeluhkan gubernur adalah masalah listrik bukan beras," ucap Fahmi berseloroh dalam acara raker gabung dengan komisi V di DPR RI, Jakarta, Senin (16/6/2009).
Dikatakan Fahmi, saat ini masalah kelistrikan di Indonesia sudah sangat serius, sampai saat ini hanya 65% masyarakat Indonesia yang sudah teraliri listrik sedangkan 35% belum terjangkau listrik karena lokasinya jauh dari wilayah existing distribusi PLN.
"Situasi ini tidak terlepas dar kondisi lalu, seperti 1998 PLN kehilangan momentum untuk melakukan investasi," ujarnya.
Ia mengatakan estimasi biaya pemasangan baru untuk listirk pada tahun ini diperkirakan menelan dana Rp 3,2 triliun namun dana yang diperoleh PLN hanya mencapai Rp 1 triliun atau hanya mencakup 1,3 juta pelanggan. Pembangunan ketersedian listrik, kata dia, harus ada bersamaan yaitu antara pembangkit, sistem distribusi dan transmisi yang menelan biaya sangat besar.
Menurutnya ketersedian listrik di daerah Jawa Madura dan Bali (Jamali) sampai saat ini tidak menjadi masalah, sedangkan di luar Jamali justru sampai saat ini yang menjadi masalah. Sehingga diharapkan dengan rampungnya program 10.000 MW yang berlokasi 35 lokasi di Jawa dan di luar Jawa, masalah listrik secara bertahap dapat dikurangi.
Masalah kekurangan suplai listrik pun terjadi pada para konsumen rumah tangga yang memperoleh atau membeli rumah dari para pengembang properti.
Misalnya anggota Real Estate Indonesia (REI) mencatat sejak tahun 2003 lalu setidaknya ada 48.000 rumah dari pengembang yang belum teraliri listrik, sedangkan APERSI mencatat mencapai 20.000 rumah dan Perumnas mencapai 23.000 Rsh.
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
