Puluhan Ribu Rumah Bersubsidi Belum Teraliri Listrik
Senin, 15/06/2009 13:40 WIB
Jakarta - Sekitar puluhan ribu unit rumah dan rusunawa hingga saat ini belum jelas mendapat pasokan listrik dari PLN. Sebagian rumah atau rusunawa itu bahkan sudah ada yang dihuni namun belum ada aliran listrik dari PLN.
Masalah utamanya adalah PLN tidak mampu memberikan suplai listrik karena keterbatasan jaringan dan daya listrik karena PLN kekurangan dana investasi untuk penambahan jaringan.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Tito Nurbaintoro mengatakan hingga saat ini setidaknya kurang lebih ada 100.000 unit rumah bersubsidi belum ada sambungan listriknya, yang setidaknya membutuhkan subsidi rumah hingga Rp 400 miliar.
Sementara itu anggota DPR RI dari Komisi IV Enggartiasto Lukito mengatakan, sampai saat ini setidaknya sudah ada 74.000 unit rumah yang belum tersambung listrik sejak 2003, dengan kerugian hingga Rp 3,5 triliun.
Berdasarkan data Real Estate Indonesia (REI), sejak tahun 2003 lalu setidaknya ada 48.000 rumah dari pengembang yang belum teraliri listrik, sedangkan APERSI mencatat mencapai 20.000 rumah sederhana dan Perumnas mencapai 22.000 lebih rumah sederhana.
"Sebanyak 48.000 unit yang belum dialiri listrik baik yang sudah atau belum di serahkan kepada penghuni, karena tidak adanya dana dari PLN untuk pemasangan daya listrik PLN," kata Ketua Umum REI, F Teguh Satria dalam raker gabung dengan Komisi V, di DPR RI, Senin (15/6/2009).
Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaaan Umum Budi Yuwono mengatakan berdasarkan hasil pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dari 198 twin blok yang akan dibangun di 91 lokasi, saat ini sudah dibangun 139 twin blok.
Dari jumlah itu sebanyak 60 twin blok sudah dihuni, dan sebanyak 12 twin blok sudah selesai dari masalah kelistrikan dan air, sementara 45 twin blok sisanya sudah dapat dihuni pada tahun 2009 ini tidak ada masalah dengan listrik.
"Sedangkan sebanyak 22 twin blok, sejumlah 15% masih dibahas dengan pemda terkait dengan masalah listrik dan serah kelola," jelasnya.
Khusus mengenai lokasi-lokasi rusunawa yang belum ada listriknya antara lain wilayah Nunukan, Tarakan, Entikong dan Sukoharjo belum tercukupi aliran listrik.
"Masalah-masalahnya, belum ada kesepakatan tarif, yaitu pemda ingin murah, PLN ingin bisnis. Keterlambatan dana karena APBD yang terlambat, status aset yang belum dihibahkan terkait biaya pengelolaan APBD, ketersedian dana dan lain-lain," papar Budi.
Dirut Perumnas Himawan Arif ditempat yang sama mengatakan setidaknya ada 22.000 lebih unit rumah yang dikelola perumnas sampai saat ini belum dialiri listrik, yang terdiri dari 4.153 untuk rumah yang lama dan 18.038 unit untuk rumah baru.
(hen/qom)
Masalah utamanya adalah PLN tidak mampu memberikan suplai listrik karena keterbatasan jaringan dan daya listrik karena PLN kekurangan dana investasi untuk penambahan jaringan.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Tito Nurbaintoro mengatakan hingga saat ini setidaknya kurang lebih ada 100.000 unit rumah bersubsidi belum ada sambungan listriknya, yang setidaknya membutuhkan subsidi rumah hingga Rp 400 miliar.
Sementara itu anggota DPR RI dari Komisi IV Enggartiasto Lukito mengatakan, sampai saat ini setidaknya sudah ada 74.000 unit rumah yang belum tersambung listrik sejak 2003, dengan kerugian hingga Rp 3,5 triliun.
Berdasarkan data Real Estate Indonesia (REI), sejak tahun 2003 lalu setidaknya ada 48.000 rumah dari pengembang yang belum teraliri listrik, sedangkan APERSI mencatat mencapai 20.000 rumah sederhana dan Perumnas mencapai 22.000 lebih rumah sederhana.
"Sebanyak 48.000 unit yang belum dialiri listrik baik yang sudah atau belum di serahkan kepada penghuni, karena tidak adanya dana dari PLN untuk pemasangan daya listrik PLN," kata Ketua Umum REI, F Teguh Satria dalam raker gabung dengan Komisi V, di DPR RI, Senin (15/6/2009).
Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaaan Umum Budi Yuwono mengatakan berdasarkan hasil pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dari 198 twin blok yang akan dibangun di 91 lokasi, saat ini sudah dibangun 139 twin blok.
Dari jumlah itu sebanyak 60 twin blok sudah dihuni, dan sebanyak 12 twin blok sudah selesai dari masalah kelistrikan dan air, sementara 45 twin blok sisanya sudah dapat dihuni pada tahun 2009 ini tidak ada masalah dengan listrik.
"Sedangkan sebanyak 22 twin blok, sejumlah 15% masih dibahas dengan pemda terkait dengan masalah listrik dan serah kelola," jelasnya.
Khusus mengenai lokasi-lokasi rusunawa yang belum ada listriknya antara lain wilayah Nunukan, Tarakan, Entikong dan Sukoharjo belum tercukupi aliran listrik.
"Masalah-masalahnya, belum ada kesepakatan tarif, yaitu pemda ingin murah, PLN ingin bisnis. Keterlambatan dana karena APBD yang terlambat, status aset yang belum dihibahkan terkait biaya pengelolaan APBD, ketersedian dana dan lain-lain," papar Budi.
Dirut Perumnas Himawan Arif ditempat yang sama mengatakan setidaknya ada 22.000 lebih unit rumah yang dikelola perumnas sampai saat ini belum dialiri listrik, yang terdiri dari 4.153 untuk rumah yang lama dan 18.038 unit untuk rumah baru.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
