Kesulitan Bayar Bunga Obligasi, Gajah Tunggal Turun Peringkat
Senin, 15/06/2009 14:25 WIB
(Foto:dok detikFinance)
Jakarta - Standard & Poor's menurunkan peringkat PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menjadi CC dari semula CCC+ lantaran kesulitan membayar bunga obligasi sebesar US$ 21,5 juta yang akan jatuh tempo pada 21 Juli 2009. Perseroan pun akan menawarkan obligasi baru.
"S&P Ratings Services hari ini menurunkan peringkat kredit korporasi jangka panjang GJTL menjadi CC dari semula CCC+ dan memberikan outlook negatif," ujar analis S&P Wee Khim Loy dalam keterangannya, Senin (15/6/2009).
Pada tahun 2005, GJTL menerbitkan obligasi senilai US$ 420 juta dengan kupon bunga sebesar 10,25%. Obligasi ini jatuh tempo pada 2010.
"Penurunan rating GJTL terutama karena perseroan sedang dalam kondisi tidak pasti atas kewajiban membayar kupon bunga obligasi sebesar US$ 21,5 juta pada 21 Juli 2009," ujar Wee.
Akibat kesulitan membayar bunga obligasi, GJTL berencana menukar obligasi tersebut dengan obligasi baru senilai US$ 441,5 juta yang masa jatuh temponya diperpanjang hingga 2014.
"Kami menilai, rencana tersebut akan memberikan kerugian padainvestor karena yield yang akan diterima menjadi lebih rendah," ujar Wee.
Di sisi lain, Wee mengatakan, jika penawaran tersebut tidak disetujui pemegang obligasi maka akan menyulitkan perseroan dalam menghadapi kewajiban utangnya di tahun-tahun mendatang. Namun jika disetujui, S&P bakal kembali menurunkan peringkat obligasi GJTL menjadi D di 2010.
(dro/lih)
"S&P Ratings Services hari ini menurunkan peringkat kredit korporasi jangka panjang GJTL menjadi CC dari semula CCC+ dan memberikan outlook negatif," ujar analis S&P Wee Khim Loy dalam keterangannya, Senin (15/6/2009).
Pada tahun 2005, GJTL menerbitkan obligasi senilai US$ 420 juta dengan kupon bunga sebesar 10,25%. Obligasi ini jatuh tempo pada 2010.
"Penurunan rating GJTL terutama karena perseroan sedang dalam kondisi tidak pasti atas kewajiban membayar kupon bunga obligasi sebesar US$ 21,5 juta pada 21 Juli 2009," ujar Wee.
Akibat kesulitan membayar bunga obligasi, GJTL berencana menukar obligasi tersebut dengan obligasi baru senilai US$ 441,5 juta yang masa jatuh temponya diperpanjang hingga 2014.
"Kami menilai, rencana tersebut akan memberikan kerugian padainvestor karena yield yang akan diterima menjadi lebih rendah," ujar Wee.
Di sisi lain, Wee mengatakan, jika penawaran tersebut tidak disetujui pemegang obligasi maka akan menyulitkan perseroan dalam menghadapi kewajiban utangnya di tahun-tahun mendatang. Namun jika disetujui, S&P bakal kembali menurunkan peringkat obligasi GJTL menjadi D di 2010.
(dro/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
