PLN Targetkan Utang ke Pertamina Hanya Rp 14 Triliun
Selasa, 16/06/2009 06:44 WIB
Fahmi Mochtar (dok)
Jakarta - PT PLN (Persero) menargetkan utangnya ke Pertamina akan berkurang menjadi Rp 14 Triliun diakhir tahun ini. Saat ini utang BBM PLN ke Pertamina tercatat mencapai Rp 26 triliun.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/6/2009) malam.
"Pada November 2008, utang PLN ke Pertamina sekitar Rp 47 Triliun. Menurut bagian keuangan saat ini utang PLN ke Pertamina sekitar Rp 21 Triliun diperkirakan akhir 2009 utangnya menjadi Rp 14 Triliun," ujar Fahmi.
Fahmi optimistis pihaknya dapat mencapai target pengurangan utang tersebut dengan adanya pencairan jatah subsidi untuk PLN oleh pemerintah.
"Subsidi yang masuk ke PLN akan ditransfer ke Pertamina," ungkap Fahmi.
Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Ferederick menyebutkan utang PLN ke Pertamina dari pembelian BBM terus meningkat. Pada tanggal 3 Mei utang PLN ke Pertamina mencapai Rp 23,6 Trilun, dan hingga 10 juni utang PLN meningkat menjadi Rp 26 Triliun.
Menurut Ferederick, besarnya tagihan ini menyebabkan sangat mempengaruhi kemampuan cashflow Pertamina.
"Khususnya cashflow untuk sediakan likuiditas dan menjaga inventory BBM PSO dalam level cukup aman," ungkapnya beberapa waktu lalu.
(epi/qom)
Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/6/2009) malam.
"Pada November 2008, utang PLN ke Pertamina sekitar Rp 47 Triliun. Menurut bagian keuangan saat ini utang PLN ke Pertamina sekitar Rp 21 Triliun diperkirakan akhir 2009 utangnya menjadi Rp 14 Triliun," ujar Fahmi.
Fahmi optimistis pihaknya dapat mencapai target pengurangan utang tersebut dengan adanya pencairan jatah subsidi untuk PLN oleh pemerintah.
"Subsidi yang masuk ke PLN akan ditransfer ke Pertamina," ungkap Fahmi.
Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Ferederick menyebutkan utang PLN ke Pertamina dari pembelian BBM terus meningkat. Pada tanggal 3 Mei utang PLN ke Pertamina mencapai Rp 23,6 Trilun, dan hingga 10 juni utang PLN meningkat menjadi Rp 26 Triliun.
Menurut Ferederick, besarnya tagihan ini menyebabkan sangat mempengaruhi kemampuan cashflow Pertamina.
"Khususnya cashflow untuk sediakan likuiditas dan menjaga inventory BBM PSO dalam level cukup aman," ungkapnya beberapa waktu lalu.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
