Paket Ito Siap Bangunkan Saham-saham Tidur
Selasa, 16/06/2009 17:54 WIB
Paket Ito (Foto: Indro/detikcom)
Jakarta - Paket direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipimpin oleh Komisaris Utama PT Bahana Securities Ito Warsito menyiapkan skema untuk membangunkan saham-saham tidur. Empat broker akan dipersiapkan jadi liquidity provider.
"Kami akan menyiapkan skema untuk membangunkan saham-saham tidur dengan tujuan menjadikan transaksi di BEI lebih atraktif lagi," ujar Ito dalam bincang-bincang dengan wartawan di Mid Plaza, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (16/6/2009).
Salah satu cara yang akan diusung Ito jika terpilih nanti adalah dengan menunjuk sejumlah broker untuk menjadi liquidity provider.
"Kami sedang mengkaji kemungkinan menunjuk sedikitnya 4 broker untuk menjadi liquidity provider," ujarnya.
Apa yang dimaksud liquidity provider, lanjut Ito, merupakan broker yang bertugas memberikan posisi beli dan jual (bid-offer) pada saham-saham yang kurang atraktif.
"Kita akan coba terapkan yang dilakukan banyak bursa di dunia untuk menggerakkan saham tidur, yaitu dengan menunjuk sejumlah broker sebagai liquidity provider," jelas Ito.
Dengan adanya broker-broker yang akan menjadi liquidity provider, saham-saham yang saat ini banyak tidak ditransaksikan, akan terdorong untuk ditransaksikan.
"Dengan cara ini, aksi penggorengan saham juga akan dapat diminimalisir, karena nanti kita akan punya broker yang memang ditunjuk untuk menyemarakkan bursa," jelas Ito.
Selain itu, paket Ito juga mengedepankan perlindungan terhadap investor. Salah satu caranya adalah dengan membuat suatu jaminan atas sejumlah dana investor sebagaimana dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam dunia perbankan.
"Berapa nilai yang akan dijamin masih dibicarakan, karena ini memerlukan masukan dari semua broker terkait," jelas Ito.
Namun Ito memastikan kalau skema perlindungan investor tersebut akan diupayakan dapat direalisasi jika paketnya terpilih nanti.
"Kalau terpilih nanti, ini akan kami kedepankan. Ini sudah masuk dalam 20 program kami," ujarnya.
Kendati demikian, Ito mengatakan, skema tersebut tidak dilakukan dengan mendirikan suatu lembaga baru untuk menjalankan fungsi penjaminan.
"Kita sudah punya KSEI dan KPEI. Itu yang akan dioptimalisasi. Tidak perlu mendirikan lembaga baru," ujarnya.
(dro/qom)
"Kami akan menyiapkan skema untuk membangunkan saham-saham tidur dengan tujuan menjadikan transaksi di BEI lebih atraktif lagi," ujar Ito dalam bincang-bincang dengan wartawan di Mid Plaza, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (16/6/2009).
Salah satu cara yang akan diusung Ito jika terpilih nanti adalah dengan menunjuk sejumlah broker untuk menjadi liquidity provider.
"Kami sedang mengkaji kemungkinan menunjuk sedikitnya 4 broker untuk menjadi liquidity provider," ujarnya.
Apa yang dimaksud liquidity provider, lanjut Ito, merupakan broker yang bertugas memberikan posisi beli dan jual (bid-offer) pada saham-saham yang kurang atraktif.
"Kita akan coba terapkan yang dilakukan banyak bursa di dunia untuk menggerakkan saham tidur, yaitu dengan menunjuk sejumlah broker sebagai liquidity provider," jelas Ito.
Dengan adanya broker-broker yang akan menjadi liquidity provider, saham-saham yang saat ini banyak tidak ditransaksikan, akan terdorong untuk ditransaksikan.
"Dengan cara ini, aksi penggorengan saham juga akan dapat diminimalisir, karena nanti kita akan punya broker yang memang ditunjuk untuk menyemarakkan bursa," jelas Ito.
Selain itu, paket Ito juga mengedepankan perlindungan terhadap investor. Salah satu caranya adalah dengan membuat suatu jaminan atas sejumlah dana investor sebagaimana dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam dunia perbankan.
"Berapa nilai yang akan dijamin masih dibicarakan, karena ini memerlukan masukan dari semua broker terkait," jelas Ito.
Namun Ito memastikan kalau skema perlindungan investor tersebut akan diupayakan dapat direalisasi jika paketnya terpilih nanti.
"Kalau terpilih nanti, ini akan kami kedepankan. Ini sudah masuk dalam 20 program kami," ujarnya.
Kendati demikian, Ito mengatakan, skema tersebut tidak dilakukan dengan mendirikan suatu lembaga baru untuk menjalankan fungsi penjaminan.
"Kita sudah punya KSEI dan KPEI. Itu yang akan dioptimalisasi. Tidak perlu mendirikan lembaga baru," ujarnya.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
