detikfinance

Produk Wafer dan Jus Indonesia Tertahan di Pelabuhan China

Suhendra - detikfinance
Jumat, 19/06/2009 13:15 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Sebanyak satu kontainer produk makanan dan minuman berjenis wafer dan jus olahan asal Indonesia tertahan di pelabuhan China. Penyebabnya diduga karena produk wafer dan jus itu tidak memenuhi peraturan baru pemerintah China mengenai pengawasan makanan yang berlaku 1 Juni 2009.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan saat ditemui di sela-sela acara pameran Franchise di JCC, Jakarta, Jumat (19/6/2009).

Thomas mengatakan produk-produk tersebut umumnya produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tidak tahu adanya peraturan baru dari China tersebut. Untuk itu ia mengharapkan peran pemerintah khususnya Departemen Perdagangan untuk bisa memfasilitasi masalah ini antar negara.

"Jadi berlaku UU baru tangal 1 Juni 2009, mereka analisa kandungan bakteri sesuai dengan dia, padahal kalau tidak cocok kita ada balai pengawasan," katanya.

Mengenai jumlah ekspornya, Thomas tidak tahu persis berapa jumlahnya, namun kata dia sebanyak 1 kontainer produk makanan dan minuman itu mencakup 3 pabrik UKM Indonesia dengan jumlah yang tidak terlalu besar.

"Makanya kita mau minta tolong Bu Mari (Menteri Perdagangan)," serunya.

Dikatakannya selama ini  masalah ekspor UKM selalu menjadi korban karena ketidaktahuan mereka dalam setiap peraturan baru di negara tujuan ekspor. Ia menghimbau kepada setiap perusahaan yang akan mengekspor harus mempelajari betul-betul aturan-aturan yang ada termasuk peraturan baru.

"Jumlahnya 1 kontainer di 3 pabrik, angkanya nggak gede," katanya.

Masalah peraturan baru soal  impor produk negara tujuan ekspor pun dilakukan oleh Hongkong yang akan mewajibkan penerapkan label pangan bagi setiap produk impor yang masuk ke wilayah Hongkong. Thomas mengatakan sudah banyak negara seperti Thailand, China yang sudah memprotes ketentuan ini.

"Saya mendukung untuk tidak setuju," katanya.



(hen/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Index »
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.