Rekomendasi Saham
Sektor Konstruksi Layak Dikoleksi
Selasa, 23/06/2009 11:11 WIB
Jakarta - Saham-saham konstruksi bisa menjadi pilihan di masa depan. Dukungan pendanaan dan peraturan pemerintah membuat sektor ini bisa semakin menggeliat untuk kedepannya. Apalagi adanya stimulus infrastruktur, membuat BUMN konstruksi bisa menjadi pilihan investor.
Berikut analisis CIMB-GK Securities, Selasa (23/6/2009):
Sektor konstruksi kami naikan menjadi OVERWEIGHT dari sebelumnya underweight, melihat recovery FY10, dengan alasan berikut:
Pemerintah menunjukan komitmen untuk proyek infrastruktur, dibantu oleh kredit bank BUMN. Pada awal FY09, budget semulai Rp 63.2 triliun telah dinaikan sebesar Rp 12.2 triliun, dan mayoritas akan diluncurkan pada 4Q09.
Hingga sejauh ini, penggunaan dana baru 2%. Progress dari pembangunan jalan tol masih tertunda oleh masalah pembebasan lahan. Kami melihat akan ada regulasi yang lebih suportif setelah pemilu tahun ini, sehingga menjadi landasan pada FY10.
Kami menaikan sector growth dari 4.5% menjadi 6% pada FY10 meskipun melihat FY09 merupakan tahun yang lambat.
Turunnya harga material & aturan pajak baru
Dengan adanya otonomi daerah di Sulawesi, Sumatra dan Kalimantan, konstruksi di daerah tersebut akan uptrend. Apalagi dengan membaiknya harga komoditas, seperti asumsi harga CPO yang kami naikan ke $710/ton untuk FY10 dan coal price $92/ton untuk FY10, atau rata-rata naik 18%.
Tahun lalu, harga besi/baja naik dari Rp 8.100 ke Rp 11.500/kg pada Jul08. Selain itu karena depresiasi Rp, biaya mekanikal dan engineering cost yang biasanya 28-30% total biaya membengkak. Kondisi saat ini sudah membaik, dengan harga baja turun 50% ke Rp 5800/kg sementara Rp juga menguat.
Perusahaan konstruksi nantinya akan membayar final tax 3% dari pendapatan,dan pajak ini baru akan dibayar ketika mereka mendapat pembayaran kontrak. Aturan pajak baru akan berlaku untuk kontrak setelah 31Dec08. Kami melihat margin akan membaik apda FY10 karena kebanyakan perusahaan telah factor in aturan pajak baru ini sementara projek bersifat multi year.
Kami menaikan rating Sektor Konstruksi dari underperform menjadi OVERWEIGHT dengan melihat recovery private sector dan margin yang membaik. Kami naikan EPS sebesar 3-39% untuk FY09-11. Kami memilih Wijaya Karya (WIKA) sebagai top pick kami karena integrasi yang dimiliki, saham yang lebih likuid serta market cap yang lebih besar 2.5x dibanding Adhi Karya (ADHI) dan 3.6x dibanding Total Bangun Persada (TOTL).
BUMN akan diuntungkan dalam tender projek pemerintah karena pengalaman dan fokus yang dimiliki. Kami memberi OUTPERFORM untuk WIKA dengan target Rp400 (dari Rp270). Kami mempertahankan UNDERPERFORM untuk ADHI dengan target Rp405 (dari Rp270) karena net gearing yang tinggi 162% ditambah kasus monorail. Konflik terakhir dengan Al Habtoor LLC menambah overhang.
Kami memberi rating NEUTRAL untuk TOTL dengan target Rp190 (dari Rp100) dengan 75% projeknya berasal dari swasta.
(qom/lih)
Berikut analisis CIMB-GK Securities, Selasa (23/6/2009):
Sektor konstruksi kami naikan menjadi OVERWEIGHT dari sebelumnya underweight, melihat recovery FY10, dengan alasan berikut:
- Kenaikan GDP dari 3.5% pada FY09 menjadi 5% pada FY10,
- Kredit yang mulai berjalan, meningkatkan permintaan terhadap aset properti
- Belanja pemerintah yang meningkat untuk infrastruktur
- Rollout projek yang sebelumnya tertunda oleh pemilu
- Recovery margin pada FY10 karena tax structure yang baru
- Harga material yang mulai stabil.
Pemerintah menunjukan komitmen untuk proyek infrastruktur, dibantu oleh kredit bank BUMN. Pada awal FY09, budget semulai Rp 63.2 triliun telah dinaikan sebesar Rp 12.2 triliun, dan mayoritas akan diluncurkan pada 4Q09.
Hingga sejauh ini, penggunaan dana baru 2%. Progress dari pembangunan jalan tol masih tertunda oleh masalah pembebasan lahan. Kami melihat akan ada regulasi yang lebih suportif setelah pemilu tahun ini, sehingga menjadi landasan pada FY10.
Kami menaikan sector growth dari 4.5% menjadi 6% pada FY10 meskipun melihat FY09 merupakan tahun yang lambat.
Turunnya harga material & aturan pajak baru
Dengan adanya otonomi daerah di Sulawesi, Sumatra dan Kalimantan, konstruksi di daerah tersebut akan uptrend. Apalagi dengan membaiknya harga komoditas, seperti asumsi harga CPO yang kami naikan ke $710/ton untuk FY10 dan coal price $92/ton untuk FY10, atau rata-rata naik 18%.
Tahun lalu, harga besi/baja naik dari Rp 8.100 ke Rp 11.500/kg pada Jul08. Selain itu karena depresiasi Rp, biaya mekanikal dan engineering cost yang biasanya 28-30% total biaya membengkak. Kondisi saat ini sudah membaik, dengan harga baja turun 50% ke Rp 5800/kg sementara Rp juga menguat.
Perusahaan konstruksi nantinya akan membayar final tax 3% dari pendapatan,dan pajak ini baru akan dibayar ketika mereka mendapat pembayaran kontrak. Aturan pajak baru akan berlaku untuk kontrak setelah 31Dec08. Kami melihat margin akan membaik apda FY10 karena kebanyakan perusahaan telah factor in aturan pajak baru ini sementara projek bersifat multi year.
Kami menaikan rating Sektor Konstruksi dari underperform menjadi OVERWEIGHT dengan melihat recovery private sector dan margin yang membaik. Kami naikan EPS sebesar 3-39% untuk FY09-11. Kami memilih Wijaya Karya (WIKA) sebagai top pick kami karena integrasi yang dimiliki, saham yang lebih likuid serta market cap yang lebih besar 2.5x dibanding Adhi Karya (ADHI) dan 3.6x dibanding Total Bangun Persada (TOTL).
BUMN akan diuntungkan dalam tender projek pemerintah karena pengalaman dan fokus yang dimiliki. Kami memberi OUTPERFORM untuk WIKA dengan target Rp400 (dari Rp270). Kami mempertahankan UNDERPERFORM untuk ADHI dengan target Rp405 (dari Rp270) karena net gearing yang tinggi 162% ditambah kasus monorail. Konflik terakhir dengan Al Habtoor LLC menambah overhang.
Kami memberi rating NEUTRAL untuk TOTL dengan target Rp190 (dari Rp100) dengan 75% projeknya berasal dari swasta.
(qom/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
