Kemampuan Pemerintah Mendeteksi Dampak Krisis Dinilai Lemah
Selasa, 23/06/2009 14:21 WIB
Jakarta - Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2009 diturunkan menjadi hanya 4,3%. Hal itu menandakan kemampuan pemerintah untuk mendeteksi imbas krisis ekonomi global terhadap Indonesia sangat lemah.
Menurut Wakil Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis, dengan diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 6% di APBN 2009 menjadi tinggal 4,3%, berarti tingkat penurunannya mencapai 20% lebih.
"Pemerintah antara perencanaan dan aktualnya bisa jauh, kemudian dari target dan realisasinya juga jauh," jelasnya usai acara 'Sumbang Saran LSM pada Kebijakan Cukai Tembakau di Indonesia' di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/6/2009).
Harry mengatakan kesepakatan pertumbuhan ekonomi terakhir antara DPR dan Pemerintah dimana pertumbuhan ekonomi 2009 diubah menjadi kisaran 4,5-6%, sebenarnya sudah memperhitungkan variabel imbas krisis ekonomi global.
"Jadi ini menandakan kemampuan pemerintah untuk mendeteksi eksternal shock dari krisis ekonomi global terhadap Indonesia, sangat lemah," pungkasnya.
Dalam APBN 2009 asumsi pertumbuhan ekonomi adalah 6%, dan realisasinya sampai Mei 2009 baru mencapai 4,4%. Dengan perhitungan ini pemerintah memperkirakan realisasi pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 4,3% di 2009.
(dnl/qom)
Menurut Wakil Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis, dengan diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 6% di APBN 2009 menjadi tinggal 4,3%, berarti tingkat penurunannya mencapai 20% lebih.
"Pemerintah antara perencanaan dan aktualnya bisa jauh, kemudian dari target dan realisasinya juga jauh," jelasnya usai acara 'Sumbang Saran LSM pada Kebijakan Cukai Tembakau di Indonesia' di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/6/2009).
Harry mengatakan kesepakatan pertumbuhan ekonomi terakhir antara DPR dan Pemerintah dimana pertumbuhan ekonomi 2009 diubah menjadi kisaran 4,5-6%, sebenarnya sudah memperhitungkan variabel imbas krisis ekonomi global.
"Jadi ini menandakan kemampuan pemerintah untuk mendeteksi eksternal shock dari krisis ekonomi global terhadap Indonesia, sangat lemah," pungkasnya.
Dalam APBN 2009 asumsi pertumbuhan ekonomi adalah 6%, dan realisasinya sampai Mei 2009 baru mencapai 4,4%. Dengan perhitungan ini pemerintah memperkirakan realisasi pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 4,3% di 2009.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
