Fed Tahan Kebijakan Bunga di Kisaran 0%
Kamis, 25/06/2009 06:42 WIB
Markas The Fed (Foto: reuters)
Washington - Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) seperti diperkirakan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendahnya dikisaran 0% hingga 0,25% The Fed juga menepis kekhawatiran soal inflasi.
Demikian hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 23-24 Juni 2009 di Washington. Keputusan tersebut diambil secara bulat.
Pernyataan dari hasil pertemuan FOMC kali ini nyaris tidak banyak berubah dari pernyataan dalam pertemuan terakhir FOMC pada 29 April lalu. FOMC tetap menyatakan bahwa perekonomian AS masih melemah namun sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
"Informasi yang diterima sejak pertemuan FOMC pada April lalu menyatakan bahwa tingkat kontraksi ekonomi masih melambat," demikian pernyataan FOMC seperti dilansir dari AFP.
"Meski aktivitas ekonomi sepertinya masih lemah dalam beberapa waktu, namun komite terus mengantisipasi langkah kebijakan untuk menstabilkan pasar finansial dan institusi, stimulus fiskal dan moneter dan kekuatan pasar akan memberikan kontribusi bagi dimulainya lagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan secara gradual dalam kontek stabilitas harga," urai FOMC.
FOMC juga menilai kondisi pasar finansial secara umum sudah membaik dalam beberapa bulan terakhir. Namun kondisi perekonomian saat ini dinilai masih memerlukan kebijakan suku bunga rendah untuk waktu yang lebih lama.
Perekonomian AS merosot 5,7% pada kuartal I-2009 setelah mencatat pertumbuhan 6,1% pada kuartal I-2008. The Fed sebelumnya memperkirakan perekonomian akan mengalami kontraksi antara 1,3 hingga 2% di tahun 2009.
Namun the Fed tidak memberikan indikasi apakah akan meneruskan atau menghentikan upaya menambah likuiditas di pasar finansial. Langkah tersebut sudah dicanangkan pada tahun ini yakni membeli lebih dari US$ 1 triliun obligasi pemerintah dan surat berharga lain dalam rangka menekan suku bunga.
"Komite akan terus mengevaluasi waktu dan keseluruhan nilai dari pembelian surat berharga sejalan dengan perkembangan proyeksi ekonomi dan kondisi di pasar finansial. Federal reserve akan memonitor jumlah dan komposisi neraca keseimbangan dan akan membuat penyesuaian pada program kredit dan likuiditas seperti yang dijanjikan," demikian pernyataan dari FOMC.
(qom/qom)
Demikian hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 23-24 Juni 2009 di Washington. Keputusan tersebut diambil secara bulat.
Pernyataan dari hasil pertemuan FOMC kali ini nyaris tidak banyak berubah dari pernyataan dalam pertemuan terakhir FOMC pada 29 April lalu. FOMC tetap menyatakan bahwa perekonomian AS masih melemah namun sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
"Informasi yang diterima sejak pertemuan FOMC pada April lalu menyatakan bahwa tingkat kontraksi ekonomi masih melambat," demikian pernyataan FOMC seperti dilansir dari AFP.
"Meski aktivitas ekonomi sepertinya masih lemah dalam beberapa waktu, namun komite terus mengantisipasi langkah kebijakan untuk menstabilkan pasar finansial dan institusi, stimulus fiskal dan moneter dan kekuatan pasar akan memberikan kontribusi bagi dimulainya lagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan secara gradual dalam kontek stabilitas harga," urai FOMC.
FOMC juga menilai kondisi pasar finansial secara umum sudah membaik dalam beberapa bulan terakhir. Namun kondisi perekonomian saat ini dinilai masih memerlukan kebijakan suku bunga rendah untuk waktu yang lebih lama.
Perekonomian AS merosot 5,7% pada kuartal I-2009 setelah mencatat pertumbuhan 6,1% pada kuartal I-2008. The Fed sebelumnya memperkirakan perekonomian akan mengalami kontraksi antara 1,3 hingga 2% di tahun 2009.
Namun the Fed tidak memberikan indikasi apakah akan meneruskan atau menghentikan upaya menambah likuiditas di pasar finansial. Langkah tersebut sudah dicanangkan pada tahun ini yakni membeli lebih dari US$ 1 triliun obligasi pemerintah dan surat berharga lain dalam rangka menekan suku bunga.
"Komite akan terus mengevaluasi waktu dan keseluruhan nilai dari pembelian surat berharga sejalan dengan perkembangan proyeksi ekonomi dan kondisi di pasar finansial. Federal reserve akan memonitor jumlah dan komposisi neraca keseimbangan dan akan membuat penyesuaian pada program kredit dan likuiditas seperti yang dijanjikan," demikian pernyataan dari FOMC.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
