Beli Aset BP ONWJ, Pertamina Rogoh Kocek US$ 280 Juta
Kamis, 25/06/2009 12:20 WIB
Foto: Epi/detikFinance
Jakarta - PT Pertamina (Persero) merogoh kocek hingga US$ 280 juta untuk membeli aset dan 46 persen saham BP ONWJ di lapangan migas di Jawa Barat. Pertamina akan mengelola kepemilikan 46 persen saham itu sendirian.
Demikian disampaikan Dirut Pertamina Karen Agustiawan dalam keterangan pers usai penandanganan jual beli di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
"Nilai jualnya US$ 280 juta, dari kas internal yang sudah kami siapkan sebelumnya. Ke depan kami belum akan gandeng siapapun, kami akan kelola 46 persen itu sendiri," katanya.
Karen berharap pembelian saham BP ONWJ ini bisa membantu peningkatan target produksinya. Pertamina sendiri menargetkan total produksi minyaknya bisa naik 14 persen dan produksi gasnya bisa tumbuh 18 persen tahun ini.
Sedangkan Medco, yang kalah dalam tender tersebut mengaku kalah dan justru lega karena aset BP ONWJ masih jatuh ke perusahaan nasional.
"Saya ikut bangga perusahaan nasional seperti Pertamina bisa mendapatkan blok ini," ujar Direktur Operasional Medco Energy Internasional Lukman Mahfoedz dalam pesan singkatnya pada detikFinance, Kamis (25/6/2009).
BP yang sebelumnya menjadi pemegang saham dominan di operasi lapangan ONWJ berniat melepas kepemilikannya karena menilai lapangan itu tak lagi ekonomis untuk strategi jangka panjang.
Selain BP, pemarin lainnya di lapangan ONWJ adalah perusahaan China CNOOC dengan 36,72 persen dan perusahaan Jepang Inpex dengan saham 7.25 persen.
Pertamina memang tengah gencar-gencarnya mengembangkan bisnis terutama di sektor hulu migas. BUMN terbesar ini kini masih mengincar sejumlah lapangan migas potensial untuk digarapnya.
(lih/qom)
Demikian disampaikan Dirut Pertamina Karen Agustiawan dalam keterangan pers usai penandanganan jual beli di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
"Nilai jualnya US$ 280 juta, dari kas internal yang sudah kami siapkan sebelumnya. Ke depan kami belum akan gandeng siapapun, kami akan kelola 46 persen itu sendiri," katanya.
Karen berharap pembelian saham BP ONWJ ini bisa membantu peningkatan target produksinya. Pertamina sendiri menargetkan total produksi minyaknya bisa naik 14 persen dan produksi gasnya bisa tumbuh 18 persen tahun ini.
Sedangkan Medco, yang kalah dalam tender tersebut mengaku kalah dan justru lega karena aset BP ONWJ masih jatuh ke perusahaan nasional.
"Saya ikut bangga perusahaan nasional seperti Pertamina bisa mendapatkan blok ini," ujar Direktur Operasional Medco Energy Internasional Lukman Mahfoedz dalam pesan singkatnya pada detikFinance, Kamis (25/6/2009).
BP yang sebelumnya menjadi pemegang saham dominan di operasi lapangan ONWJ berniat melepas kepemilikannya karena menilai lapangan itu tak lagi ekonomis untuk strategi jangka panjang.
Selain BP, pemarin lainnya di lapangan ONWJ adalah perusahaan China CNOOC dengan 36,72 persen dan perusahaan Jepang Inpex dengan saham 7.25 persen.
Pertamina memang tengah gencar-gencarnya mengembangkan bisnis terutama di sektor hulu migas. BUMN terbesar ini kini masih mengincar sejumlah lapangan migas potensial untuk digarapnya.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:56 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:45 WIB
IHSG Diprediksi Masih Bergerak ke Samping
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
