detikfinance

Karen Incar ONWJ Sejak Masih Jadi Direktur Hulu

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Kamis, 25/06/2009 13:35 WIB
Foto: Epi/detikFinance
Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengaku sudah mengincar blok BP ONWJ sejak ia masih Direktur Hulu. Blok ONWJ berdekatan dengan wilayah kerja Pertamina di Pantai Utara sehingga bisa diintegrasikan.

Hal tersebut disampaikan Karen usai penandatangan Sales and Purchase Agreement of BP West Java Ltd antara BP dengan PT Pertamina (Persero) di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (25/6/2009).

"Aset ini sudah incar sejak saya masih menjadi Direktur Hulu. Bukan hanya aset saja, tetapi juga teknologi BP disana," kata Karen.

Karen naik jabatan dari Direktur Hulu Pertamina menjadi Direktur Utama pada 5 Februari 2009.

Karen menjelaskan pengambilalihan blok tersebut karena adanya wilayah kerja milik Pertamina yang berdekatan dengan blok BPOWJ. Dengan pengambilalihan BPOWJ tersebut, maka Pertamina bisa mengintegrasikan operasi migasnya di wilayah Pantai Utara Pulau Jawa dari timut hingga barat.

"Alasan lainnya yaitu tenaga alih yang dimiliki BP disana, karena kami akan fokus ke offshore," jelasnya.

Karen berharap kerjasama dengan BP bisa terus dikembangkan lagi baik di sektor hulu maupun hilir.

"Ini pertama kalinya kerjasama Pertamina dengan BP, semoga ke depan bisa kerjasama lagi dengan BP di hulu maupun hilir di dalam atau luar negeri," ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur BP Indonesia William Lin menyatakan Pertamina merupakan perusahaan yang tepat untuk mengelola BPOWJ.

"Kami sangat percaya Pertamina merupakan perusahan yang tepat. Ke depan kami akan mencari kerjasama lain dengan Pertamina," tandasnya.

Seperti diketahui, BPONWJ memiliki wilayah kerja seluas 8.300 KM2 di lepas pantai Jawa Barat dimulai dari utara Cirebon sampai kepulauan Seribu, terdiri dari fasilitas 314 sumur yang sudah berproduksi dan 218 struktur lepas pantai, 11 stasiun pengumpul permanen, 375 jalur pipa sepanjang 1250 Km, 3 fasilitas penerima gas di daratan.

Menurut data yang ada sekarang, produksi rata-rata ONWJ sekitar 220 BBTUD dan 22.000 BPOD. suplai gas ONWJ PSC digunakan untuk keperluan pembangkit listrik industri komersil serta konsumsi rumah tangga di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya.



(epi/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Index »
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.