detikfinance

K-Power dan POSCO Setuju Peninjauan Ulang Harga LNG Tangguh

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Kamis, 25/06/2009 15:51 WIB
Foto: BP Indonesia
Jakarta - Perusahaan asal Korea K-Power dan POSCO menyusul pembeli dari Fujian (China) atas kesediaan untuk peninjauan harga LNG Tangguh di masa datang. Baik K-Power dan POSCO sudah menyampaikan letter of comfort kepada pemerintah Indonesia.

Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, pemerintah telah berhasil mengubah harga LNG Tangguh dalam kontrak ke K-Power dan POSCO ke tingkat harga minyak sebesar US$ 38/barel JCC dari US$ 24/barel JCC.

"Selanjutnya pihak pembeli telah menyampaikan comfort letter kepada penjual (pemerintah) yang memungkinkan peninjauan harga gas bumi di masa yang akan datang," kata Purnomo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (26/6/2009).

Terkait renegosiasi kontrak dengan pembeli di Fujian, Purnomo menyatakan pemerintah masih terus mengupayakan batas atas diatas harga minyak US$ 38 per barel.

"Kontrak ini kan sifatnya jangka panjang maka dimungkinkan adanya perubahan isi kontrak dengan persetujuan kedua belah pihak, yang antara lain adanya peninjauan ulang mengenai harga gas bumi setiap 4 tahun," ungkap Purnomo.



(epi/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Index »
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.