SBY: Saya Tidak Setuju Privatisasi Berlebihan
Kamis, 25/06/2009 20:55 WIB
Foto: Setpres
Jakarta - Pasangan capres dan cawapres SBY-Boediono kerap dituding pro penjualan aset negara. Kali ini SBY menegaskan dirinya menolak penjualan aset dan privatisasi yang berlebihan.
Demikian disampaikan SBY dalam debat capres di studio Metro TV, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
"Kita tidak lagi jual aset, saya tisak setuju privatisisai yang berlebihan," ujarnya.
Ia menambahkan, penjualan aset negara termasuk BUMN bukan opsi yang akan dipilihnya untuk membiayai pembangunan Indonesia. SBY mengaku lebih memilih penghematan dan optimalisasi pendanaan ketimbang harus menjual aset.
Penghematan yang dilakukan selama ini antara lain menunda belanja pemerintah yang tidak perlu.
"Kita perlu sumber pembangunan, ketika defisit kita pikirkan darimana. Saya sama dengan Pak JK, yaitu optimasi. Jangan dulu bangun ini, bangun itu, tunda saja setelah krisis, itu boros dan ternyata menghemat banyak," katanya.
Ia pun memaparkan, utang luar negeri sudah turun sejak ia menjabat. Meskipun ia mengakui utang dalam negeri bertambah, namun itu berasal dari SUN dan Sukuk.
"Meski bertambah, tapi income juga naik, sehingga rasio makin bekurang," ujarnya.
(lih/dnl)
Demikian disampaikan SBY dalam debat capres di studio Metro TV, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
"Kita tidak lagi jual aset, saya tisak setuju privatisisai yang berlebihan," ujarnya.
Ia menambahkan, penjualan aset negara termasuk BUMN bukan opsi yang akan dipilihnya untuk membiayai pembangunan Indonesia. SBY mengaku lebih memilih penghematan dan optimalisasi pendanaan ketimbang harus menjual aset.
Penghematan yang dilakukan selama ini antara lain menunda belanja pemerintah yang tidak perlu.
"Kita perlu sumber pembangunan, ketika defisit kita pikirkan darimana. Saya sama dengan Pak JK, yaitu optimasi. Jangan dulu bangun ini, bangun itu, tunda saja setelah krisis, itu boros dan ternyata menghemat banyak," katanya.
Ia pun memaparkan, utang luar negeri sudah turun sejak ia menjabat. Meskipun ia mengakui utang dalam negeri bertambah, namun itu berasal dari SUN dan Sukuk.
"Meski bertambah, tapi income juga naik, sehingga rasio makin bekurang," ujarnya.
(lih/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 09:05 WIB
First Asia Capital: Indeks Bergerak Fluktuatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:02 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
