Gerak Rupiah Mulai Lunak
Senin, 29/06/2009 08:08 WIB
Jakarta - Gerak nilai tukar rupiah pada awal pekan ini diprediksi sudah mulai melunak, setelah pekan lalu terguncang-guncang hingga level 10.500 per dolar AS.
Rupiah akan bergerak tenang menjelang pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu, 1 Juli 2009. Data inflasi itu akan menjadi arahan penentu BI Rate kedepannya.
Pada perdagangan Senin (29/6/2009), rupiah dibuka melemah tipis ke 10.275 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 10.235 per dolar AS.
Sepanjang pekan lalu, nilai tukar rupiah sempat anjlok ke level Rp 10.500-an di awal , berangsur menguat hingga kembali ke level Rp 10.200 per dolar AS. Investor memburu dolar dan melepas portofolio investasi lokal seperti saham dan obligasi seiring bursa saham yang kembali goyang.
Namun setelah The Fed mengadakan pertemuan, rupiah berangsur membaik. Sepanjang pekan lalu, sebagian besar mata uang Asia bergerak menguat atas dolar AS, terutama setelah Bank Sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga rendahnya di kisaran 0-0,25%.
Misalnya yen Jepang, yang mencatat penguatan atas dolar AS. Mata uang negara paman Sam itu menghadapi tekanan karena dengan tingkat bunga rendah, maka permintaan akan rendah untuk beberapa waktu. Rendahnya tingkat imbal hasil atau yield surat berharga AS juga menekan permintaan dolar AS. Investor cenderung mencari mata uang yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.
"Dolar AS menghadapi tekanan jual, merefleksikan anjloknya suku bunga dalam jangka panjang," ujar Yuji Saito, kepala forex Societe Generale seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Rupiah akan bergerak tenang menjelang pengumuman inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu, 1 Juli 2009. Data inflasi itu akan menjadi arahan penentu BI Rate kedepannya.
Pada perdagangan Senin (29/6/2009), rupiah dibuka melemah tipis ke 10.275 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 10.235 per dolar AS.
Sepanjang pekan lalu, nilai tukar rupiah sempat anjlok ke level Rp 10.500-an di awal , berangsur menguat hingga kembali ke level Rp 10.200 per dolar AS. Investor memburu dolar dan melepas portofolio investasi lokal seperti saham dan obligasi seiring bursa saham yang kembali goyang.
Namun setelah The Fed mengadakan pertemuan, rupiah berangsur membaik. Sepanjang pekan lalu, sebagian besar mata uang Asia bergerak menguat atas dolar AS, terutama setelah Bank Sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga rendahnya di kisaran 0-0,25%.
Misalnya yen Jepang, yang mencatat penguatan atas dolar AS. Mata uang negara paman Sam itu menghadapi tekanan karena dengan tingkat bunga rendah, maka permintaan akan rendah untuk beberapa waktu. Rendahnya tingkat imbal hasil atau yield surat berharga AS juga menekan permintaan dolar AS. Investor cenderung mencari mata uang yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.
"Dolar AS menghadapi tekanan jual, merefleksikan anjloknya suku bunga dalam jangka panjang," ujar Yuji Saito, kepala forex Societe Generale seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 09:11 WIB
AAA Sekuritas: IHSG Sambut Kabar Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 09:05 WIB
First Asia Capital: Indeks Bergerak Fluktuatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:02 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 08:25 WIB
OSO Securities: IHSG Lanjutkan Penguatan
-
Jumat, 25/05/2012 08:18 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
