Anggaran Belanja Modal Pemerintah 2009 Sulit Terserap 100%
Selasa, 30/06/2009 18:30 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pemerintah memperkirakan anggaran belanja modal hanya akan terserap 93,6% terhadap target APBN 2009 (dokumen stimulus) atau Rp 74,3 triliun dari target yang sebesar Rp 79,4 triliun.
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
"Belanja modal tidak akan terserap 100%, hingga semester satu proyeksinya hanya akan mencapai Rp 18,4 triliun tetapi semester kedua akan lebih besar mencapai Rp 55,9 triliun," ujarnya.
Sementara itu realisasi belanja pemerintah pusat hingga semester I-2009 hanya mencapai 33,4% atau sebesar Rp 228,9 triliun sedangkan targetnya sebesar Rp 685 triliun.
Alasan rendahnya realisasi tersebut terkait dengan belanja kementerian/lembaga (belanja barang, modal, bantuan sosial, dan pegawai) masih belum begitu tinggi walaupun tetap lebih baik dari pencapaian di tahun 2008. Meski begitu pemerintah memproyeksikan hingga akhir tahun belanja pemerintah bisa mencapai Rp 696,1 triliun atau 101,6% dari target APBN.
"Hal itu didukung oleh peningkatan pembayaran subsidi karena kenaikan harga minyak, belanja subsidi sendiri diperkirakan akan mencapai Rp 117,2 triliun di akhir 2009 atau setara dengan 129,5% dari target APBN yang sebesar Rp 123,5 triliun," imbuhnya.
(ang/lih)
Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
"Belanja modal tidak akan terserap 100%, hingga semester satu proyeksinya hanya akan mencapai Rp 18,4 triliun tetapi semester kedua akan lebih besar mencapai Rp 55,9 triliun," ujarnya.
Sementara itu realisasi belanja pemerintah pusat hingga semester I-2009 hanya mencapai 33,4% atau sebesar Rp 228,9 triliun sedangkan targetnya sebesar Rp 685 triliun.
Alasan rendahnya realisasi tersebut terkait dengan belanja kementerian/lembaga (belanja barang, modal, bantuan sosial, dan pegawai) masih belum begitu tinggi walaupun tetap lebih baik dari pencapaian di tahun 2008. Meski begitu pemerintah memproyeksikan hingga akhir tahun belanja pemerintah bisa mencapai Rp 696,1 triliun atau 101,6% dari target APBN.
"Hal itu didukung oleh peningkatan pembayaran subsidi karena kenaikan harga minyak, belanja subsidi sendiri diperkirakan akan mencapai Rp 117,2 triliun di akhir 2009 atau setara dengan 129,5% dari target APBN yang sebesar Rp 123,5 triliun," imbuhnya.
(ang/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 09:19 WIB
Magnus Capital: Bursa Kawasan Beri Sentimen Negatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:13 WIB
Market Flash eTrading
-
Jumat, 25/05/2012 09:11 WIB
AAA Sekuritas: IHSG Sambut Kabar Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 09:05 WIB
First Asia Capital: Indeks Bergerak Fluktuatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:02 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
