detikfinance

Kepercayaan Konsumen Gerus Wall Street

Nurul Qomariyah - detikfinance
Rabu, 01/07/2009 07:05 WIB
Foto: Reuters
New York - Saham-saham di Wall Street bergerak melemah oleh turunnya kepercayaan konsumen yang tidak terduga. Data itu sedikit mengurangi optimisme pemulihan ekonomi.

Kelompok riset bisnis, Conference Board menyatakan indeks kepercayaan konsumen melemah ke 49,3 poin selama Juni, dibandingkan 54,8 poin pada Mei. Padahal analis memperkirakan ada kenaikan indeks kepercayaan konsumen menjadi 55,3 poin pada Mei.

Indeks Kepercayaan Konsumen ini menjadi salah satu data paling penting sebagai barometer aktivitas perekonomian AS. Belanja konsumen masih memberikan kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi negara adidaya tersebut.

"Kepercayaan konsumen adalah alasan bagi pergerakan pasar terkini," ujar Tom Alexander dari Alexander Trading seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/7/2009).

Pada perdagangan Selasa (30/6/2009), indeks Dow Jones ditutup melemah 82,38 poin (0,97%) ke level 8.447. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 7,91 poin (0,85%) ke level 919,32 dan Nasdaq turun 9,02 poin (0,49%) ke level 1.835,04.

Meski ditutup melemah, namun indeks S&P 500 tetap mencatat kenaikan hingga 15,2% selama kuartal II, Nasdaq naik 11% dan Nasdaq naik 20,1%. Khusus selama Juni, Dow Jones turun 0,6%, S&P 500 naik 0,02% dan Nasdaq naik 3,4%.

Saham-saham energi mengalami koreksi setelah harga minyak mentah turun di bawah US$ 70 per barel. Saham Exxon Mobil tercatat turun hingga 1%.

Volume perdagangan masih sangat tipis, di New York Stock Exchange hanya sebesar 1,33 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,13 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.

Harga Minyak Surut

Sementara harga minyak mentah dunia yang kemarin sempat menembus US$ 72 per barel akhirnya luruh juga.

Kontrak utama minyak light pengiriman Agustus turun hingga 1,60 dolar menjadi US$ 69,89 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus juga turun 1,69 dolar menjadi US$ 69,30 per barel.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Index »
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.