detikfinance

Rupiah Maju Sejengkal

Nurul Qomariyah - detikfinance
Rabu, 01/07/2009 07:55 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah masih akan melanjutkan tren gerak maju perlahan-lahan. Di tengah pasar saham yang tenang, rupiah diprediksi akan bergerak tipis saja. Investor akan menunggu pengumuman inflasi BPS siang ini.

Pada perdagangan Rabu (1/7/2009), rupiah dibuka menguat tipis ke 10.206 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level 10.211 per dolar AS.

Sementara dolar AS mencatat penguatan atas rival-rivalnya setelah data perekonomian kembali memicu perburuan atas mata uang yang paling aman.

Seperti dikutip dari AFP, euro tercatat melemah ke 1,4032 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4088 dolar. Sementara dolar AS juga menguat ke 96,30 yen, dibandingkan sebelumnya di 96,04 yen.

Kelompok riset bisnis, Conference Board menyatakan indeks kepercayaan konsumen melemah ke 49,3 poin selama Juni, dibandingkan 54,8 poin pada Mei. Padahal analis memperkirakan ada kenaikan indeks kepercayaan konsumen menjadi 55,3 poin pada Mei.

Hasil dari data yang mengecewakan itu direspons investor dengan menghindari mata uang yang lebih berisiko seperti euro. Investor kembali memburu mata uang 'safe heaven' sembari menunggu data baru yang lebih baik.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Index »
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.