AEI Dukung Demutualisasi Bursa Efek Indonesia

Indro Bagus SU - detikfinance
Rabu, 01/07/2009 16:01 WIB
Foto: Indro-detikFinance
Jakarta - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyatakan siap mendukung rencana jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru untuk mendorong demutualisasi bursa. Emiten ingin masuk sebagai pemegang saham BEI.

"Tentu saja kami mendukung program demutualisasi bursa," ujar Ketua AEI, Airlangga Hertanto di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (1/7/2009).

Menurutnya, demutualisasi BEI akan membuka kesempatan bagi emiten untuk masuk sebagai pemegang saham. Saat ini pemegang saham BEI hanya terdiri dari perusahaan-perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa (AB).

Wacana demutualisasi BEI sebenarnya sudah cukup lama berkembang, bahkan sempat
masuk DPR pada tahun 2004. Namun atas alasan tertentu, demutualisasi belum dapat
direalisasikan.

Kendala utama dilaksanakannya demutualisasi BEI adalah benturan dengan undang-undang yang berlaku. Undang-undang pasar modal mengatakan bahwa pihak yang diizinkan menjadi pemegang saham BEI hanyalah perusahaan sekuritas.

"Jadi ini perlu melakukan perubahan undang-undang terlebih dahulu," ujar Airlangga.

Kendati demikian, ia mengatakan program demutualisasi BEI dapat meningkatkan daya saing bursa karena tidak hanya kepentingan sekuritas saja yang diutamakan, tetapi juga kepentingan pemegang saham lainnya yang bukan perusahaan sekuritas.

"Sangat baik kalau demutualisasi bursa dilaksanakan. Emiten juga bisa menjadi pemegang saham BEI," ujarnya.

Demutualisasi juga memungkinkan BEI untuk mencatatkan sahamnya di BEI (listing). Sebelumnya, paket direksi terpilih Ito Warsito juga mengusung wacana demutualisasi BEI.



(dro/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.