detikfinance

Tolak Subsidi, Pemerintah Kaji Insentif untuk DME

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Rabu, 01/07/2009 18:20 WIB
Foto: Alih-detikFinance
Jakarta - Pemerintah menolak memberikan subsidi untuk mendorong pengembangan bahan bakar Dimethyl Ether (DME). Namun pemerintah masih melihat kemungkinan memberikan insentif untuk industri ini.

Direktur Jenderal Migas Evita H Legowo menyatakan pihaknya masih memperhitungkan lagi keekonomian dari penggunaan DME sebab jika perbedaan harga antara DME dengan elpiji terlalu besar maka subsidinya akan semakin besar.

"Kalau kita kasih subsidi berat, kalau insentif saja masih mungkin," ungkap Evita usai rapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2009).

Evita mengakui hingga kini PT Pertamina (Persero) belum mengajukan permohonan pemberian subsidi untuk DME. "Pertamina belum minta ke saya," tandasnya.

Evita sendiri menyambut baik pengembangan DME sebagai energi alternatif. DME terbuat dari batubara muda yang diubah menjadi methanol kemudian dibentuk jadi DME.

"Untuk saya sebagai orang teknis, itu bagus," kata Evita.

Pertamina baru saja menggandeng PT Arrtu Mega Energie untuk membangun kilang Dimethyl Ether (DME) di Eretan, Indramayu dan Peranap Riau dengan nilai investasi sebesar US$ 1,9 miliar.



(epi/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Index »
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.