Data Manufaktur Sehatkan Wall Street
Kamis, 02/07/2009 07:08 WIB
Foto: Reuters
New York - Saham-saham di Wall Street bergerak menguat berkat keluarnya data manufaktur dari China, Eropa dan AS yang menguatkan harapan akan membaiknya perekonomian.
Namun data yang lemah dari sektor tenaga kerja AS membuat penguatan saham di Wall Street tertahan.
Pada perdagangan Rabu (1/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) menguat 57,06 poin (0,68%) ke level 8.504,06. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 4,01 poin (0,44%) ke level 923,33 dan Nasdaq menguat 10,68 poin (0,58%) ke level 1.845,72.
Market bergerak menguat setelah keluarnya data sektor manufaktur Juni yang membaik. Indes manufaktur Institute of Supply Management tercatat naik 44,8% selama Juni dari 42,8% selama Mei. Data yang membaik serupa juga dikeluarkan sejumlah negara.
Perbaikan data itu harus berbanding dengan data dari sektor tenaga kerja AS, yang menunjukkan bahwa sektor swasta AS memangkas 473.000 tenaga kerja selama Juni.
"Ada tanda yang jelas bahwa kita sedang keluar dari resesi. Kami kira perekonomian telah mencapai dasar dan kita akan melihat beberapa PDB yang positif selama kuartal ini," ujar Maury Fertig, chief investment officer Relative Value Partners seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/6/2009).
Saham Chevron tercatat naik 0,4% dan Exxon Mobil naik 1% setelah harga minyak sempat melonjak hingga US$ 71 per barel. Namun harga minyak akhirnya selip tipis.
Namun perdagangan berjalan sangat tipis sehubungan dengan pendeknya hari perdagangan. Bursa AS akan libur pada Jumat untuk memperingati 'Independence Day'.
Perdagangan di New York Stock Exchange hanya 950,1 juta lembar saham, jauh di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi juga hanya 2,11 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Minyak Terselip
Harga minyak mentah dunia akhirnya ditutup turun, setelah sempat merangsek ke US$ 71 per barel.
KOntrak utama minyak light pengiriman Agustus turun 58 sen menjadi US$ 69,31 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus juga turun 51 sen menjadi US$ 68,79 per barel.
(qom/qom)
Namun data yang lemah dari sektor tenaga kerja AS membuat penguatan saham di Wall Street tertahan.
Pada perdagangan Rabu (1/7/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) menguat 57,06 poin (0,68%) ke level 8.504,06. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 4,01 poin (0,44%) ke level 923,33 dan Nasdaq menguat 10,68 poin (0,58%) ke level 1.845,72.
Market bergerak menguat setelah keluarnya data sektor manufaktur Juni yang membaik. Indes manufaktur Institute of Supply Management tercatat naik 44,8% selama Juni dari 42,8% selama Mei. Data yang membaik serupa juga dikeluarkan sejumlah negara.
Perbaikan data itu harus berbanding dengan data dari sektor tenaga kerja AS, yang menunjukkan bahwa sektor swasta AS memangkas 473.000 tenaga kerja selama Juni.
"Ada tanda yang jelas bahwa kita sedang keluar dari resesi. Kami kira perekonomian telah mencapai dasar dan kita akan melihat beberapa PDB yang positif selama kuartal ini," ujar Maury Fertig, chief investment officer Relative Value Partners seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/6/2009).
Saham Chevron tercatat naik 0,4% dan Exxon Mobil naik 1% setelah harga minyak sempat melonjak hingga US$ 71 per barel. Namun harga minyak akhirnya selip tipis.
Namun perdagangan berjalan sangat tipis sehubungan dengan pendeknya hari perdagangan. Bursa AS akan libur pada Jumat untuk memperingati 'Independence Day'.
Perdagangan di New York Stock Exchange hanya 950,1 juta lembar saham, jauh di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi juga hanya 2,11 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Minyak Terselip
Harga minyak mentah dunia akhirnya ditutup turun, setelah sempat merangsek ke US$ 71 per barel.
KOntrak utama minyak light pengiriman Agustus turun 58 sen menjadi US$ 69,31 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus juga turun 51 sen menjadi US$ 68,79 per barel.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 09:57 WIB
AAA Sekuritas: Minin Sentimen Positif, Indeks Akan Melemah
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







