Rupiah Ceria Lagi
Kamis, 02/07/2009 08:12 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan hari ini dengan penguatan hingga level 10.100 per dolar AS. Ditopang penguatan yang terjadi di pasar saham, penguatan nilai tukar rupiah diprediksi akan terus bertahan.
Pada perdagangan Kamis (2/7/2009), rupiah dibuka pada level 10.140 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.205 per dolar AS.
Investor kini akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia(BI) pada Jumat besok yang akan memutuskan arah BI Rate. Namun BI diprediksi akan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin di tengah inflasi yang semakin surut.
Sementara dolar AS di pasar global kemarin ditransaksikan melemah tipis, setelah keluarnya data manufaktur. Euro diperdagangkan menguat ke 1,4146 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4032 dolar. Dolar AS juga menguat atas yen ke posisi 96,64 yen, dari sebelumnya di 96,30 yen.
Dolar AS tertekan oleh positifnya data manufaktur AS, Eropa dan Asia yang memberikan harapan akan segera pulihnya ekonomi,
"Seperti yang telah kita katakan untuk sementara waktu, pertumbuhan ekonomi global akan mendatangkan biaya untuk dolar AS," ujar Jon Gencher dari BMO Capital Markets seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Pada perdagangan Kamis (2/7/2009), rupiah dibuka pada level 10.140 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.205 per dolar AS.
Investor kini akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia(BI) pada Jumat besok yang akan memutuskan arah BI Rate. Namun BI diprediksi akan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin di tengah inflasi yang semakin surut.
Sementara dolar AS di pasar global kemarin ditransaksikan melemah tipis, setelah keluarnya data manufaktur. Euro diperdagangkan menguat ke 1,4146 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4032 dolar. Dolar AS juga menguat atas yen ke posisi 96,64 yen, dari sebelumnya di 96,30 yen.
Dolar AS tertekan oleh positifnya data manufaktur AS, Eropa dan Asia yang memberikan harapan akan segera pulihnya ekonomi,
"Seperti yang telah kita katakan untuk sementara waktu, pertumbuhan ekonomi global akan mendatangkan biaya untuk dolar AS," ujar Jon Gencher dari BMO Capital Markets seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 09:57 WIB
AAA Sekuritas: Minin Sentimen Positif, Indeks Akan Melemah
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







