Harga BBM Non Subsidi Bersaing Ketat
Kamis, 02/07/2009 09:11 WIB
Foto: Alih-detikFinance
Jakarta - Pengusaha ritel BBM tak lagi kuasa menahan lonjakan harga minyak dunia. Sejumlah perusahaan migas yang mengoperasikan SPBU di Jakarta terpaksa menaikkan harga jual BBM non subsidinya ke level harga yang sama. Persaingan makin ketat.
Ketatnya persaingan ini terlihat pada harga BBM non subsidi di tiga SPBU yang berbeda yaitu Pertamina (SPBU Bersaing), Shell dan Total. Ketiga perusahaan ini sama-sama mematok harga BBM non subsidi beroktan 92 di level Rp 6.200 per liter.
BBM oktan 92 di SPBU Pertamina dikenal dengan merek Pertamax, di SPBU Shell dikenal dengan merek Shell Super 92, dan di SPBU Total dengan sebutan Performance 92.
Kompetisi makin terasa di BBM beroktan 95. Pertamina yang mengusung Pertamax Plus dan Total dengan merek Performance 95 sama-sama membandrol BBM oktan 95 di harga Rp 6.900 per liter.
Sementara Shell melalui produk BBM oktan 95 bernama Super Extra 95 agak tertinggal karena mematok harga Rp 7.000 per liter.
Kondisi yang berbeda terjadi di bisnis BBM diesel. Kali ini, Total selangkah lebih maju dengan membandrol Performance Diesel-nya di harga Rp 6.900 per liter. Sedangkan Shell melalui Shell Diesel dan Pertamina dengan Pertamina Dex terpaksa mematok di Rp 7.000 per liter.
Persaingan harga BBM ini memang tak terbendung setelah harga minyak terus bertengger di kisaran US$ 70 per barel. Padahal setelah sempat menembus US$ 140 per barel, harga emas hitam ini pernah ringsek ke US$ 34 per barel. Pada saat itu, harga BBM ritel menjadi sangat murah dan membuka peluang bagi perusahaan asing untuk masuk ke pasar Indonesia.
Kini, seiring perbaikan ekonomi dunia yang mendongkrak permintaan, harga minyak kembali bangkit dan perusahaan BBM ritel kembali harus menyesuaikan diri.
Untuk periode Juli 2009, kenaikan harga pertama kali dilakukan oleh Pertamina. Seperti kebiasaannya, Pertamina selalu menyesuaikan harga BBM non subsidinya setiap tanggal 1 dan 15 tiap bulannya.
Kenaikan harga ini diikuti oleh SPBU Total tadi malam. "Kami menyesuaikan dengan harga MOPS," kata Brand and Communication Total Oil Indonesia Rulianti Syahrul dalam
pesan singkatnya kepada detikFinance, Kamis (2/7/2009).
Hal senada juga terjadi di SPBU Shell yang menaikkan harga BBM per 2 Juli 2009. "Kenaikan ini terjadi karena harga minyak regional yang terefleksikan di MOPS," ungkap Manager Media Relations, External Affairs and Communications Shell Fathia Syarif ketika dihubungi.
Kenaikan harga BBM non subsidi ini mencerminkan disparitas harga keekonomian yang semakin tinggi. Di lain pihak, harga BBM bersubsidi tak kunjung naik sehingga membuat subsidi BBM di APBN membengkak. Namun sampai kapan APBN bertahan?
(lih/nrl)
Ketatnya persaingan ini terlihat pada harga BBM non subsidi di tiga SPBU yang berbeda yaitu Pertamina (SPBU Bersaing), Shell dan Total. Ketiga perusahaan ini sama-sama mematok harga BBM non subsidi beroktan 92 di level Rp 6.200 per liter.
BBM oktan 92 di SPBU Pertamina dikenal dengan merek Pertamax, di SPBU Shell dikenal dengan merek Shell Super 92, dan di SPBU Total dengan sebutan Performance 92.
Kompetisi makin terasa di BBM beroktan 95. Pertamina yang mengusung Pertamax Plus dan Total dengan merek Performance 95 sama-sama membandrol BBM oktan 95 di harga Rp 6.900 per liter.
Sementara Shell melalui produk BBM oktan 95 bernama Super Extra 95 agak tertinggal karena mematok harga Rp 7.000 per liter.
Kondisi yang berbeda terjadi di bisnis BBM diesel. Kali ini, Total selangkah lebih maju dengan membandrol Performance Diesel-nya di harga Rp 6.900 per liter. Sedangkan Shell melalui Shell Diesel dan Pertamina dengan Pertamina Dex terpaksa mematok di Rp 7.000 per liter.
Persaingan harga BBM ini memang tak terbendung setelah harga minyak terus bertengger di kisaran US$ 70 per barel. Padahal setelah sempat menembus US$ 140 per barel, harga emas hitam ini pernah ringsek ke US$ 34 per barel. Pada saat itu, harga BBM ritel menjadi sangat murah dan membuka peluang bagi perusahaan asing untuk masuk ke pasar Indonesia.
Kini, seiring perbaikan ekonomi dunia yang mendongkrak permintaan, harga minyak kembali bangkit dan perusahaan BBM ritel kembali harus menyesuaikan diri.
Untuk periode Juli 2009, kenaikan harga pertama kali dilakukan oleh Pertamina. Seperti kebiasaannya, Pertamina selalu menyesuaikan harga BBM non subsidinya setiap tanggal 1 dan 15 tiap bulannya.
Kenaikan harga ini diikuti oleh SPBU Total tadi malam. "Kami menyesuaikan dengan harga MOPS," kata Brand and Communication Total Oil Indonesia Rulianti Syahrul dalam
pesan singkatnya kepada detikFinance, Kamis (2/7/2009).
Hal senada juga terjadi di SPBU Shell yang menaikkan harga BBM per 2 Juli 2009. "Kenaikan ini terjadi karena harga minyak regional yang terefleksikan di MOPS," ungkap Manager Media Relations, External Affairs and Communications Shell Fathia Syarif ketika dihubungi.
Kenaikan harga BBM non subsidi ini mencerminkan disparitas harga keekonomian yang semakin tinggi. Di lain pihak, harga BBM bersubsidi tak kunjung naik sehingga membuat subsidi BBM di APBN membengkak. Namun sampai kapan APBN bertahan?
(lih/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 09:43 WIB
Lautandhana Securindo: Indeks Masih akan Fluktuatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:36 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 09:19 WIB
Magnus Capital: Bursa Kawasan Beri Sentimen Negatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:13 WIB
Market Flash eTrading
-
Jumat, 25/05/2012 09:11 WIB
AAA Sekuritas: IHSG Sambut Kabar Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
