BNI Dukung Pembiayaan Proyek Karbon
Kamis, 02/07/2009 12:17 WIB
Foto: Herdaru/detikFinance
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan spesialis dalam pembiayaan proyek karbon dengan Green Works Asia dan Climate Change Capital Limited.
Direktur Utama BNI, Gatot M. Suwondo mengatakan BNI mendukung dan memberikan perhatian khusus kepada Industri yang dapat menurunkan polusi karbon.
BNI akan menjadi bank pertama di Indonesia yang mendukung proyek karbon tersebut dengan nama Clean Development Mechanism (CDM). CDM merupakan program yang diluncurkan pada Perjanjian Kyoto untuk memberikan insentif bagi perusahaan-perusahaan yang mampu menurunkan polusi karbon.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo, dengan Agnes Safford, Director Green WorksAsia, dan Marbell, Executive Managing Director , Head of Carbon Finance Climate Change Capital Limited , di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (02/07/2009).
Menurut Gatot, inisiatif ini merupakan komitmen BNI sebagai perusahaan dengan misi bisnis yang bersifat berkelanjutan. "BNI menilai bahwa terpeliharanya kualitas lingkungan merupakan prinsip bisnis yang memberikan manfaat dan keuntungan bersama dan berkelanjutan dalam jangka panjang, sehingga dinikmati oleh generasi yang akan datang," ujarnya.
Gatot mengatakan, Climate Change Capital Limited sanggup menyediakan dana sebesar US$ 1,18 miliar untuk mendukung polusi karbon di Asia Tenggara."Pembiayaan tersebut salah satunya untuk beberapa proyek minimal 50 MW," jelasnya.
Direktur Korporasi BNI, Krisna Suparto mengatakan, bahwa sudah ada 5 perusahaan yang ingin ikut proyek tersebut melalui BNI.
"Sudah ada perusahaan yang mengajukan kredit melalui proyek karbon ini senilai US$ 200 juta," jelasnya.
Sebelumnya, BNI juga menjadi Bank Pertama dari Indonesia yang tercatat sebagai anggota United Nation Environment Programme Finance Initiative (UNEP FI) sejak 2005.
Tahun lalu, BNI juga ditunjuk untuk sebagai official bank pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB untuk perubahan iklim (United Nation - Climate Change Conference ) di Bali. Dua bulan lalu, BNI juga ditunjuk sebagai official bank peneyelenggaraan World Ocean Cinference (WOC) di Manado.
BNI juga telah dipercaya sebagai bank penyalur pinjaman lunak untuk lingkungan dari beberapa lembaga dunia seperti Skim Pollution Abatement Equipment dari Japan Bank dari Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW) Frankfurt, Jerman.
(dru/dnl)
Direktur Utama BNI, Gatot M. Suwondo mengatakan BNI mendukung dan memberikan perhatian khusus kepada Industri yang dapat menurunkan polusi karbon.
BNI akan menjadi bank pertama di Indonesia yang mendukung proyek karbon tersebut dengan nama Clean Development Mechanism (CDM). CDM merupakan program yang diluncurkan pada Perjanjian Kyoto untuk memberikan insentif bagi perusahaan-perusahaan yang mampu menurunkan polusi karbon.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo, dengan Agnes Safford, Director Green WorksAsia, dan Marbell, Executive Managing Director , Head of Carbon Finance Climate Change Capital Limited , di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (02/07/2009).
Menurut Gatot, inisiatif ini merupakan komitmen BNI sebagai perusahaan dengan misi bisnis yang bersifat berkelanjutan. "BNI menilai bahwa terpeliharanya kualitas lingkungan merupakan prinsip bisnis yang memberikan manfaat dan keuntungan bersama dan berkelanjutan dalam jangka panjang, sehingga dinikmati oleh generasi yang akan datang," ujarnya.
Gatot mengatakan, Climate Change Capital Limited sanggup menyediakan dana sebesar US$ 1,18 miliar untuk mendukung polusi karbon di Asia Tenggara."Pembiayaan tersebut salah satunya untuk beberapa proyek minimal 50 MW," jelasnya.
Direktur Korporasi BNI, Krisna Suparto mengatakan, bahwa sudah ada 5 perusahaan yang ingin ikut proyek tersebut melalui BNI.
"Sudah ada perusahaan yang mengajukan kredit melalui proyek karbon ini senilai US$ 200 juta," jelasnya.
Sebelumnya, BNI juga menjadi Bank Pertama dari Indonesia yang tercatat sebagai anggota United Nation Environment Programme Finance Initiative (UNEP FI) sejak 2005.
Tahun lalu, BNI juga ditunjuk untuk sebagai official bank pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB untuk perubahan iklim (United Nation - Climate Change Conference ) di Bali. Dua bulan lalu, BNI juga ditunjuk sebagai official bank peneyelenggaraan World Ocean Cinference (WOC) di Manado.
BNI juga telah dipercaya sebagai bank penyalur pinjaman lunak untuk lingkungan dari beberapa lembaga dunia seperti Skim Pollution Abatement Equipment dari Japan Bank dari Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW) Frankfurt, Jerman.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 09:57 WIB
AAA Sekuritas: Minin Sentimen Positif, Indeks Akan Melemah
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







