detikfinance

Pertamina Incar Ladang Minyak di Mauritania

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Kamis, 02/07/2009 15:35 WIB
Foto: Epi/detikFinance
Jakarta - Pertamina makin gencar berekspansi bisnis hulu migas ke luar negeri. Setelah sempat ikut serta dalam lelang ladang minyak di Irak (kemudian mundur), kini BUMN migas itu mengincar lapangan minyak di Mauritania, Afrika Barat.

Dirut Pertamina Karen Agustiawan menjelaskan, Pertamina akan maju sendirian dalam memperebutkan ladang minyak di Afrika Barat tersebut.

"Berikutnya Pertamina mau ikut tender lapangan minyak di Mauritania," kata Dirut Pertamina Karen Agustiawan di Gedung Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (2/7/2009).

Meskipun potensi cadangan ladang minyak Mauritania masuk ke dalam kategori sedang-sedang saja (medium), Karen menilai dari sisi skema kontrak kerjasamanya lebih baik jika dibandingkan dengan skema kontrak kerjasama yang digunakan di negara Afrika Utara.

"Potensinya medium hanya fiskal termsnya lebih baik dari Afrika Utara yang menggunakan pola service contract," ungkapnya.

Karen menegaskan dalam proses tender tersebut Pertamina akan maju sendirian. "Kami masuk sendiri, tidak ajak partner," tegasnya.

Namun sayangnya Karen belum mau menyebutkan nama lapangan minyak yang diincar tersebut.



(epi/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Index »
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.