Pertamina Ikut Tender Ulang Ladang Migas di Irak

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Kamis, 02/07/2009 15:54 WIB
Jakarta - Pertamina menyatakan mundur dalam lelang pertama 6 blok minyak dan 2 ladang gas di Irak. Namun Pertamina akan kembali mengikuti lelang tahap kedua yang kembali akan digelar pemerintah Irak.

"Kami mau ikut second round tender disana," ungkap Dirut Pertamina Karen Agustiawan di kantor kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2009).

Karen mengakui, mundurnya Pertamina pada tender lapangan migas sebelumnya di Irak karena digunakan skema service kontrak. Dengan skema tersebut, pemerintah Irak hanya akan membayar berdasarkan hasil produksi.

"Karena fee per barel terlalu rendah. Memang dari sisi cadangan besar tapi harus dihitung juga resikonya," jelasnya.

Karen menambahkan Pertamina juga mengajukan penawaran bersama Westwood Petroleum Limited asal Australia untuk mengincar lapangan minyak di dalam negeri.

Dalam lelang yang digelar pemerintah Irak sebelumnya, hanya 1 konsorsium yang dimenangkan yakni untuk Blok Rumalia. Ladang minyak raksasa dengan cadangan 17,7 juta barel yang terletak di Selatan Irak itu  jatuh ke tangan BP dan CNPC International Ltd . Kedua perusahaan minyak raksasa dari  Inggris dan China itu sepakat untuk menerima harga US$ 2 per barel.

Tender tahap pertama itu sebelumnya diikuti oleh 31 raksasa migas dunia, termasuk Pertamina. Namun menjelang pengumuman, sejumlah perusahaan migas memutuskan untuk menarik penawarannya karena tak puas dengan penawaran dari pemerintah Irak.

Irak akan menggelar tender lanjutan, dan meminta para raksasa minyak itu untuk memasukkan lagi dokumen penawarannya.



(lih/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.