Bea Cukai Amankan Potensi Kerugian Negara Rp 30 Miliar di 2009
Kamis, 02/07/2009 16:36 WIB
Foto: Hendra/detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan telah berhasil mengamankan potensi kerugian negara selama periode Januari-Juni 2009 sebesar Rp 30 miliar dari penangkapan usaha penyelundupan barang-barang ilegal.
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Supriyadi saat acara pemaparan tangkapan Bea dan Cukai Tanjuk Priok, di Jakarta, Kamis (2/7/2009).
"Potensi total kerugian negara Rp 30 miliar sejak Januari," kata Anwar kepada wartawan.
Dikatakan Anwar potensi pengamanan kerugian negara ini berasal dari seluruh Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Indonesia. Namun sayangnya ia tidak bisa merinci secara detail dari sektor mana saja, hasil tangkapan-tangkapan dari kurun waktu paruh 2009 itu.
"Barang-barangnya macam-macan, ada mobil, ada tesktil. Ini seluruhnya, bukan hanya kawasan berikat," ujarnya.
Seperti diteketahui pada hari ini, pihak Bea Cukai Tanjung priok telah berhasil mengamankan potensi kerugian negara untuk pungutan bea masuk dan pajak sebesar Rp 786 juta dari penyimpangan fasilitas kawasan berikat.
Modusnya antara lain pelarian dokumen fasilitas impor kawasan berikat, yang tertulis sebagai barang bahan baku, namun kenyataanya adalah barang-barang jadi berupa garmen, tekstil, kancing, zipper asal China yang nilainya mencapai Rp 1,44 miliar. Dari modus ini potensi kerugian negara mencapai Rp 396 juta rupiah.
Sedangkan modus kedua adalah penyalahgunaan fasilitas ekspor kawasan berikat. Modusnya itu melakukan manipulasi yaitu pelaku eksportir menggunakan nama perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat untuk mengekspor barang campuran yang justru bukan hasil produksi barang kawasan berikut.
Barang-barang ekspor itu antara lain barang elektronik TV LCD, Lemari ES, AC, pakaian jadi, produk kesehatan, barang-barang rumah tangga dan lain-lain yang kesemua nilainya mencapai Rp 2,365 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 390,258 juta.
(hen/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Supriyadi saat acara pemaparan tangkapan Bea dan Cukai Tanjuk Priok, di Jakarta, Kamis (2/7/2009).
"Potensi total kerugian negara Rp 30 miliar sejak Januari," kata Anwar kepada wartawan.
Dikatakan Anwar potensi pengamanan kerugian negara ini berasal dari seluruh Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Indonesia. Namun sayangnya ia tidak bisa merinci secara detail dari sektor mana saja, hasil tangkapan-tangkapan dari kurun waktu paruh 2009 itu.
"Barang-barangnya macam-macan, ada mobil, ada tesktil. Ini seluruhnya, bukan hanya kawasan berikat," ujarnya.
Seperti diteketahui pada hari ini, pihak Bea Cukai Tanjung priok telah berhasil mengamankan potensi kerugian negara untuk pungutan bea masuk dan pajak sebesar Rp 786 juta dari penyimpangan fasilitas kawasan berikat.
Modusnya antara lain pelarian dokumen fasilitas impor kawasan berikat, yang tertulis sebagai barang bahan baku, namun kenyataanya adalah barang-barang jadi berupa garmen, tekstil, kancing, zipper asal China yang nilainya mencapai Rp 1,44 miliar. Dari modus ini potensi kerugian negara mencapai Rp 396 juta rupiah.
Sedangkan modus kedua adalah penyalahgunaan fasilitas ekspor kawasan berikat. Modusnya itu melakukan manipulasi yaitu pelaku eksportir menggunakan nama perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat untuk mengekspor barang campuran yang justru bukan hasil produksi barang kawasan berikut.
Barang-barang ekspor itu antara lain barang elektronik TV LCD, Lemari ES, AC, pakaian jadi, produk kesehatan, barang-barang rumah tangga dan lain-lain yang kesemua nilainya mencapai Rp 2,365 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 390,258 juta.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 09:57 WIB
AAA Sekuritas: Minin Sentimen Positif, Indeks Akan Melemah
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







