Acuhkan AEI, BEI Tetap Wajibkan Dividen
Kamis, 02/07/2009 17:57 WIB
Foto: Indro Bagus/detikFinance
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan tidak akan melakukan revisi atas draft aturan wajib dividen sedikitnya sekali dalam 3 tahun dan kenaikan biaya pencatatan saham (listing fee ).
"Aturan tentang dividen itu sangat diperlukan, terutama untuk melindungi investor minoritas," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito di kantornya, Jakarta, Kamis (2/7/2009).
Ito mengatakan, bahwa setiap perusahaan atau emiten bursa dipegang oleh pemegang saham pengendali melalui pengelolanya dalam jajaran direksi dan komisaris.
"Mereka (direksi dan komisaris) dapat penghasilan dari gaji dan tunjangan perusahaan. Tapi investor minoritas cuma bisa mengharapkan imbal hasil dari dividen. Kalau imbal hasil dari gain di pasar kan dua-duanya dapat," ujar Ito.
Oleh sebab itu, Ito mengatakan kewajiban membagikan dividen sedikitnya satu kali dalam 3 tahun sudah sangat ringan bagi perusahaan.
"Untuk ekspansi cukup kok dua tahun kumpulkan modal. Satu kali bagi dividen tidak akan memberatkan kinerja perusahaan," ujar Ito.
Mengenai rencana menaikkan listing fee, Ito juga belum berencana mengubah draft peraturan baru pasar modal. Menurutnya, BEI masih membutuhkan pemasukan untuk memberikan pelayanan kepada pelaku pasar, baik itu investor maupun emiten.
"Kenaikan listing fee kita masih tergolong murah kok, kita paling kecil di bursa regional. Ini kan terkait komitmen kita untuk memperbaiki pelayanan kepada investor dan pelaku pasar," jelas Ito.
Ito mengakui kalau beberapa tahun terakhir BEI mencetak laba bersih yang cukup besar. Namun itu lebih disebabkan tingginya nilai transaksi rata-rata harian.
Jika nilai transaksi harian menurun, maka BEI harus mempunyai sumber pemasukan tetap lainnya seperti listing fee . Sebagai catatan, sebelum nilai transaksi rata-rata harian melonjak tinggi beberapa tahun terakhir, BEI selalu membukukan kerugian.
"Kalau service kita sudah bagus, capex BEI nggak perlu besar dan listing fee bisa diturunkan lagi nantinya. Tapi saat ini kita masih membutuhkan sumber pemasukan tetap untuk pengembangan pelayanan. Intinya kita menabung agar BEI bisa menambah infrastruktur pelayanan," jelas Ito.
Keberatan soal dua wacana di atas dilontarkan oleh Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Menurut AEI, rencana BEI menerapkan wajib dividen sekali dalam 3 tahun dan menaikkan listing fee akan memberatkan kinerja emiten.
AEI bahkan mengaku sudah melayangkan surat keberatan kepada manajemen lama BEI. Namun ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Ito menyatakan belum menerima surat tersebut.
"Kita belum terima surat keberatan AEI. Namun AEI masih bisa kasih masukan dan akan kita bahas lagi," ujar Ito.
(dro/dnl)
"Aturan tentang dividen itu sangat diperlukan, terutama untuk melindungi investor minoritas," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito di kantornya, Jakarta, Kamis (2/7/2009).
Ito mengatakan, bahwa setiap perusahaan atau emiten bursa dipegang oleh pemegang saham pengendali melalui pengelolanya dalam jajaran direksi dan komisaris.
"Mereka (direksi dan komisaris) dapat penghasilan dari gaji dan tunjangan perusahaan. Tapi investor minoritas cuma bisa mengharapkan imbal hasil dari dividen. Kalau imbal hasil dari gain di pasar kan dua-duanya dapat," ujar Ito.
Oleh sebab itu, Ito mengatakan kewajiban membagikan dividen sedikitnya satu kali dalam 3 tahun sudah sangat ringan bagi perusahaan.
"Untuk ekspansi cukup kok dua tahun kumpulkan modal. Satu kali bagi dividen tidak akan memberatkan kinerja perusahaan," ujar Ito.
Mengenai rencana menaikkan listing fee, Ito juga belum berencana mengubah draft peraturan baru pasar modal. Menurutnya, BEI masih membutuhkan pemasukan untuk memberikan pelayanan kepada pelaku pasar, baik itu investor maupun emiten.
"Kenaikan listing fee kita masih tergolong murah kok, kita paling kecil di bursa regional. Ini kan terkait komitmen kita untuk memperbaiki pelayanan kepada investor dan pelaku pasar," jelas Ito.
Ito mengakui kalau beberapa tahun terakhir BEI mencetak laba bersih yang cukup besar. Namun itu lebih disebabkan tingginya nilai transaksi rata-rata harian.
Jika nilai transaksi harian menurun, maka BEI harus mempunyai sumber pemasukan tetap lainnya seperti listing fee . Sebagai catatan, sebelum nilai transaksi rata-rata harian melonjak tinggi beberapa tahun terakhir, BEI selalu membukukan kerugian.
"Kalau service kita sudah bagus, capex BEI nggak perlu besar dan listing fee bisa diturunkan lagi nantinya. Tapi saat ini kita masih membutuhkan sumber pemasukan tetap untuk pengembangan pelayanan. Intinya kita menabung agar BEI bisa menambah infrastruktur pelayanan," jelas Ito.
Keberatan soal dua wacana di atas dilontarkan oleh Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Menurut AEI, rencana BEI menerapkan wajib dividen sekali dalam 3 tahun dan menaikkan listing fee akan memberatkan kinerja emiten.
AEI bahkan mengaku sudah melayangkan surat keberatan kepada manajemen lama BEI. Namun ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Ito menyatakan belum menerima surat tersebut.
"Kita belum terima surat keberatan AEI. Namun AEI masih bisa kasih masukan dan akan kita bahas lagi," ujar Ito.
(dro/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 09:43 WIB
Lautandhana Securindo: Indeks Masih akan Fluktuatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:36 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 09:19 WIB
Magnus Capital: Bursa Kawasan Beri Sentimen Negatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:13 WIB
Market Flash eTrading
-
Jumat, 25/05/2012 09:11 WIB
AAA Sekuritas: IHSG Sambut Kabar Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
Jumat, 25/05/2012 07:30 WIB
Saham Teknologi Hambat Penguatan Wall Street
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
