Pengangguran AS Tertinggi Dalam 26 Tahun, Wall Street Rontok
Jumat, 03/07/2009 07:05 WIB
Foto: Reuters
New York - Tingkat pengangguran di AS mencapai 9,5% pada Juni, atau berada di titik tertinggi dalam 26 tahun. Saham-saham di Wall Street pun langsung rontok oleh data terebut.
Saham-saham sudah bergerak melemah setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah PHK pada Juni mencapai 467.000, sehingga tingkat pengangguran total mencapai 9,5%. Angka itu lebih tinggi dari pengangguran Mei yang 9,4%.
Analis sebelumnya memperkirakan angka yang lebih rendah yakni 365.000, namun dengan tingkat pengangguran yang lebih tinggi 9,6%. Data itu juga dinilai menunjukkan bahwa setiap langkah pemulihan ekonomi tidak akan berjalan mulus.
"Meningkatnya pengangguran buruk untuk keseluruhan perekonomian. Ini tidak positif untuk saham-saham, finansial karena ada hubungan langsung antara tingginya tingkat pengangguran dan tanggung jawab dan tunggakan pembayaran," ujar Sasha Kostadinov, manajer portofolio dari Shaker Investment seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/7/2009).
Pada perdagangan Kamis (2/7/2009), indeks Dow Jones industrial averaga (DJIA) ditutup merosot 223,32 poin (2,64%) ke level 8.280,74. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 26,91 poin (2,91%) ke level 896,42 dan Nasdaq merosot 49,20 poin (2,67%) ke level 1.796,52.
Perdagangan berjalan tipis di tengah pekan perdagangan yang pendek. Hari kemerdekaan AS sedianya jatuh pada Sabtu, 4 Juli, sehingga libur jatuh pada hari Jumat, 3 Juli.
New York Stock Exchange juga sempat mengalami gangguan koneksi yang mengakibatkan order dari lantai perdagangan. NYSE akhirnya memperpanjang perdagangan reguler selama 15 menit untuk mengeksekusi order dari konsumen yang sempat terkena dampak tersebut.
Perdagangan di NYSE hanya sebesar 733,6 juta lembar saham, jauh di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 1,96 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.
Harga Minyak di Bawah US$ 67
Harga minyak mentah dunia kemarin kembali surut di bawah US$ 67 per barel, setelah keluarnya data pengangguran yang menghempaskan harapan akan segera pulihnya ekonomi AS.
Kontrak utama minyak light pengiriman Agustus turun 2,47 dolar menjadi US$ 66,84 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus juga turun 2,17 dolar menjadi US$ 66,62 per barel.
(qom/qom)
Saham-saham sudah bergerak melemah setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah PHK pada Juni mencapai 467.000, sehingga tingkat pengangguran total mencapai 9,5%. Angka itu lebih tinggi dari pengangguran Mei yang 9,4%.
Analis sebelumnya memperkirakan angka yang lebih rendah yakni 365.000, namun dengan tingkat pengangguran yang lebih tinggi 9,6%. Data itu juga dinilai menunjukkan bahwa setiap langkah pemulihan ekonomi tidak akan berjalan mulus.
"Meningkatnya pengangguran buruk untuk keseluruhan perekonomian. Ini tidak positif untuk saham-saham, finansial karena ada hubungan langsung antara tingginya tingkat pengangguran dan tanggung jawab dan tunggakan pembayaran," ujar Sasha Kostadinov, manajer portofolio dari Shaker Investment seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/7/2009).
Pada perdagangan Kamis (2/7/2009), indeks Dow Jones industrial averaga (DJIA) ditutup merosot 223,32 poin (2,64%) ke level 8.280,74. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 26,91 poin (2,91%) ke level 896,42 dan Nasdaq merosot 49,20 poin (2,67%) ke level 1.796,52.
Perdagangan berjalan tipis di tengah pekan perdagangan yang pendek. Hari kemerdekaan AS sedianya jatuh pada Sabtu, 4 Juli, sehingga libur jatuh pada hari Jumat, 3 Juli.
New York Stock Exchange juga sempat mengalami gangguan koneksi yang mengakibatkan order dari lantai perdagangan. NYSE akhirnya memperpanjang perdagangan reguler selama 15 menit untuk mengeksekusi order dari konsumen yang sempat terkena dampak tersebut.
Perdagangan di NYSE hanya sebesar 733,6 juta lembar saham, jauh di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 1,96 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.
Harga Minyak di Bawah US$ 67
Harga minyak mentah dunia kemarin kembali surut di bawah US$ 67 per barel, setelah keluarnya data pengangguran yang menghempaskan harapan akan segera pulihnya ekonomi AS.
Kontrak utama minyak light pengiriman Agustus turun 2,47 dolar menjadi US$ 66,84 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus juga turun 2,17 dolar menjadi US$ 66,62 per barel.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 09:43 WIB
Lautandhana Securindo: Indeks Masih akan Fluktuatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:36 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 09:19 WIB
Magnus Capital: Bursa Kawasan Beri Sentimen Negatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:13 WIB
Market Flash eTrading
-
Jumat, 25/05/2012 09:11 WIB
AAA Sekuritas: IHSG Sambut Kabar Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
