Pengiriman Perdana LNG Tangguh Dilakukan ke Korea
Jumat, 03/07/2009 08:40 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pengiriman perdana LNG Tangguh akhirnya sudah dilakukan, satu kargo LNG dari lapangan yang terletak di Teluk Bintuni (Papua) itu dikirimkan kepada pembeli asal Korea.
Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam Peresmian Ruangan Pelayanan Informasi dan Investasi Terpadu Ditjen Minerbapabum, di Gedung Dirjen Minerbapabum, Jalan Supomo No. 10, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
"First shipping LNG Tangguh sudah dilakukan," ujar Purnomo.
Dengan begitu pemerintah telah mengalihkan pengiriman perdana tersebut dari rencananya semula yaitu kepada pembeli asal Fujian, Cina. Menurut Purnomo, pengalihan pengiriman perdana tersebut dilakukan karena LNG receiving terminal di Fujian masih belum siap.
"Kami kirimkan satu kargo ke Korea, karena LNG receiving terminal -nya di Cina masih belum siap," tandasnya.
Pembeli LNG Tangguh yang sudah berkontrak hingga kini antara lain adalah pembeli dari Fujian (China) dan dari Korea yaitu K-Power dan POSCO.
Sebelumnya, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam paparan ke DPR menjelaskan pemerintah telah mendapat konfirmasi kesediaan perubahan harga kontrak dengan K-Power dan POSCO ke tingkat harga minyak sebesar US$ 38/barel JCC dari US$ 24/barel JCC.
(epi/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam Peresmian Ruangan Pelayanan Informasi dan Investasi Terpadu Ditjen Minerbapabum, di Gedung Dirjen Minerbapabum, Jalan Supomo No. 10, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
"First shipping LNG Tangguh sudah dilakukan," ujar Purnomo.
Dengan begitu pemerintah telah mengalihkan pengiriman perdana tersebut dari rencananya semula yaitu kepada pembeli asal Fujian, Cina. Menurut Purnomo, pengalihan pengiriman perdana tersebut dilakukan karena LNG receiving terminal di Fujian masih belum siap.
"Kami kirimkan satu kargo ke Korea, karena LNG receiving terminal -nya di Cina masih belum siap," tandasnya.
Pembeli LNG Tangguh yang sudah berkontrak hingga kini antara lain adalah pembeli dari Fujian (China) dan dari Korea yaitu K-Power dan POSCO.
Sebelumnya, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam paparan ke DPR menjelaskan pemerintah telah mendapat konfirmasi kesediaan perubahan harga kontrak dengan K-Power dan POSCO ke tingkat harga minyak sebesar US$ 38/barel JCC dari US$ 24/barel JCC.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 09:43 WIB
Lautandhana Securindo: Indeks Masih akan Fluktuatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:36 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 09:19 WIB
Magnus Capital: Bursa Kawasan Beri Sentimen Negatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:13 WIB
Market Flash eTrading
-
Jumat, 25/05/2012 09:11 WIB
AAA Sekuritas: IHSG Sambut Kabar Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
