Demutualisasi, Pemerintah Bisa Miliki Saham BEI
Jumat, 03/07/2009 11:14 WIB
Ito Warsito (Foto: Indro/detikcom)
Jakarta - Rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan peluang bagi pemerintah untuk masuk sebagai pemegang saham. Dengan demutualisasi, semua pihak bisa membeli saham BEI.
"Pemerintah bisa saja ikut membeli saham BEI," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di kantornya, SCBD, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
Wacana demutualisasi BEI sebenarnya sudah cukup lama berkembang, bahkan sempat masuk DPR pada tahun 2004. Namun atas alasan tertentu, demutualisasi belum dapat direalisasikan.
Kendala utama dilaksanakannya demutualisasi BEI adalah benturan dengan undang-undang yang berlaku. Undang-undang pasar modal mengatakan bahwa pihak yang diizinkan menjadi pemegang saham BEI hanyalah perusahaan sekuritas.
Menurutnya, demutualisasi BEI akan membuka kesempatan berbagai pihak untuk masuk sebagai pemegang saham, termasuk emiten, investor asing bahkan pemerintah. Saat ini pemegang saham BEI hanya terdiri dari perusahaan-perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa (AB).
"Tentu mekanismenya seperti apa nanti akan kita bahas lagi, seperti apakah akan ada pembatasan bagi kepemilikan saham di BEI dan sebagainya. Tujuannya supaya tidak ada pihak-pihak yang bisa mengendalikan BEI," ujarnya.
Saat ini, harga nominal saham BEI sebesar Rp 135 juta per saham. Nilai bukunya (price book value/PBV) mencapai Rp 7,1 miliar per saham. Menurut Ito, nanti akan dikaji apakah mekanisme kepemilikan saham di BEI akan sama dengan yang sekarang berlaku.
"Saat ini kan satu anggota bursa hanya bisa memiliki satu lembar saham saja. Apakah nanti mekanisme sama seperti ini atau berubah, nanti akan dibahas lagi," ujarnya.
Ito mengatakan, realisasi demutualisasi masih membutuhkan proses panjang. Sebab, untuk mewujudkan demutualisasi harus mengubah undang-undang pasar modal yang berlaku saat ini yang berarti harus mampu menembus persetujuan DPR.
"Dulu kan sudah pernah masuk DPR, tapi karena alasan tertentu tidak bisa dilaksanakan. Mungkin dengan anggota dewan (DPR) yang baru, rencana ini bisa dilaksanakan," ujarnya.
(dro/qom)
"Pemerintah bisa saja ikut membeli saham BEI," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di kantornya, SCBD, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
Wacana demutualisasi BEI sebenarnya sudah cukup lama berkembang, bahkan sempat masuk DPR pada tahun 2004. Namun atas alasan tertentu, demutualisasi belum dapat direalisasikan.
Kendala utama dilaksanakannya demutualisasi BEI adalah benturan dengan undang-undang yang berlaku. Undang-undang pasar modal mengatakan bahwa pihak yang diizinkan menjadi pemegang saham BEI hanyalah perusahaan sekuritas.
Menurutnya, demutualisasi BEI akan membuka kesempatan berbagai pihak untuk masuk sebagai pemegang saham, termasuk emiten, investor asing bahkan pemerintah. Saat ini pemegang saham BEI hanya terdiri dari perusahaan-perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa (AB).
"Tentu mekanismenya seperti apa nanti akan kita bahas lagi, seperti apakah akan ada pembatasan bagi kepemilikan saham di BEI dan sebagainya. Tujuannya supaya tidak ada pihak-pihak yang bisa mengendalikan BEI," ujarnya.
Saat ini, harga nominal saham BEI sebesar Rp 135 juta per saham. Nilai bukunya (price book value/PBV) mencapai Rp 7,1 miliar per saham. Menurut Ito, nanti akan dikaji apakah mekanisme kepemilikan saham di BEI akan sama dengan yang sekarang berlaku.
"Saat ini kan satu anggota bursa hanya bisa memiliki satu lembar saham saja. Apakah nanti mekanisme sama seperti ini atau berubah, nanti akan dibahas lagi," ujarnya.
Ito mengatakan, realisasi demutualisasi masih membutuhkan proses panjang. Sebab, untuk mewujudkan demutualisasi harus mengubah undang-undang pasar modal yang berlaku saat ini yang berarti harus mampu menembus persetujuan DPR.
"Dulu kan sudah pernah masuk DPR, tapi karena alasan tertentu tidak bisa dilaksanakan. Mungkin dengan anggota dewan (DPR) yang baru, rencana ini bisa dilaksanakan," ujarnya.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 09:57 WIB
AAA Sekuritas: Minin Sentimen Positif, Indeks Akan Melemah
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
