Pemerintah Tak Bisa Paksa Bank BUMN Turunkan Suku Bunga
Sabtu, 04/07/2009 14:39 WIB
Foto: Angga/detikFinance
Depok - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak bisa memaksa perbankan plat merah untuk secepatnya menurunkan suku bunga kredit. Pasalnya, jika penurunan suku bunga dilakukan terlalu cepat maka akan menggangu dana pihak ketiga (DPK) mereka.
Selain itu, menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Bank BUMN juga bisa terancam kehilangan pangsa pasar jika penurunan dilakukan terburu-buru.
"Kita enggak bisa melakukan itu karena market share bank BUMN cuma tinggal 30 persen. Tunggu saja waktunya. Kita enggak bisa paksakan, karen kalau dipaksakan, bank BUMN akan kehilangan market," katanya usai menghadiri Pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) di Balai Sidang UI, Depok, Sabtu (4/7/2009).
Menurutnya, penurunan suku bunga acuan atau BI Rate yang dilakukan pemerintah sebelumnya harus dicermati dengan baik oleh bank BUMN agar tidak menggangu kinerja.
Ia mengatakan, saat ini masih banyak bank swasta yang suku bunganya cukup tinggi agar tidak terjadi kekeringan likuiditas. Kementerian Negara BUMN akan terus melakukan monitoring terkait dengan suku bunga kredit bank plat merah.
"Selama ini kita monitor terus kalau terlalu tinggi. Untuk sampai sekarang memang masih tinggi, tapi sudah mencapai pada ekuilibrium baru di pasar," ujarnya.
(ang/qom)
Selain itu, menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Bank BUMN juga bisa terancam kehilangan pangsa pasar jika penurunan dilakukan terburu-buru.
"Kita enggak bisa melakukan itu karena market share bank BUMN cuma tinggal 30 persen. Tunggu saja waktunya. Kita enggak bisa paksakan, karen kalau dipaksakan, bank BUMN akan kehilangan market," katanya usai menghadiri Pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) di Balai Sidang UI, Depok, Sabtu (4/7/2009).
Menurutnya, penurunan suku bunga acuan atau BI Rate yang dilakukan pemerintah sebelumnya harus dicermati dengan baik oleh bank BUMN agar tidak menggangu kinerja.
Ia mengatakan, saat ini masih banyak bank swasta yang suku bunganya cukup tinggi agar tidak terjadi kekeringan likuiditas. Kementerian Negara BUMN akan terus melakukan monitoring terkait dengan suku bunga kredit bank plat merah.
"Selama ini kita monitor terus kalau terlalu tinggi. Untuk sampai sekarang memang masih tinggi, tapi sudah mencapai pada ekuilibrium baru di pasar," ujarnya.
(ang/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 09:57 WIB
AAA Sekuritas: Minin Sentimen Positif, Indeks Akan Melemah
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
