Kadin Minta Minuman Alkohol Dihapus dari DNI
Senin, 06/07/2009 13:40 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah untuk menghapus sektor minuman beralkohol (minol) dari daftar negatif investasi (DNI). Masuknya minol dalam DNI justru membuat impor minol RI yang kini sudah di peringkat kelima jadi makin membengkak.
Saat ini pemerintah memang sedang menyusun draft terbaru dari DNI untuk direvisi.
Ketua Komite Kadin Bidang Bilateral Inggris dan Eropa Barat Maxi Gunawan mengatakan, sektor minol harusnya dibuka bagi investor asing sehingga bisa membantu menekan impor.
"Sekarang ini kita impor 100 juta impor (botol), padahal kalau dibuat di sini lebih efisien," katanya di kantor Kadin di Jakarta, Senin (6/7/2009).
Ia menjelaskan impor minol Indonesia saat ini menempati peringkat nomor ke-6 di dunia 100, atau di bawah Thailand yang menempati tempat ke-5.
Dikatakannya masuknya sektor minol ke dalam DNI, selama ini lebih disebabkan oleh faktor politis padahal jika mempertimbangkan aspek ekonomi justru lebih banyak positifnya jika dibuka investasinya terutama dari sisi penghematan devisa, penciptaan lapangan kerja dan lain-lain.
"Saya kira seperti itu (alasan politis)," ucapnya.
Sekarang ini kata dia, di dalam negeri hanya ada 3 pabrik minol yang produksinya belum mampu meladeni kebutuhan minol di dalam negeri. Namun ia yakin dengan status kebijakan DNI yang lebih jangka pendek, seharusnya kajian mengeluarkan sektor minol dari DNI bisa dilakukan pemerintah.
"Masalah DNI, karena yang sudah ada yang sudah jalan pun tidak bisa ekspansi. Ini masalah policy, sampai hari ini masih tertutup," timpal Kepala BKPM Muhammad Lutfi di tempat yang sama.
(hen/lih)
Saat ini pemerintah memang sedang menyusun draft terbaru dari DNI untuk direvisi.
Ketua Komite Kadin Bidang Bilateral Inggris dan Eropa Barat Maxi Gunawan mengatakan, sektor minol harusnya dibuka bagi investor asing sehingga bisa membantu menekan impor.
"Sekarang ini kita impor 100 juta impor (botol), padahal kalau dibuat di sini lebih efisien," katanya di kantor Kadin di Jakarta, Senin (6/7/2009).
Ia menjelaskan impor minol Indonesia saat ini menempati peringkat nomor ke-6 di dunia 100, atau di bawah Thailand yang menempati tempat ke-5.
Dikatakannya masuknya sektor minol ke dalam DNI, selama ini lebih disebabkan oleh faktor politis padahal jika mempertimbangkan aspek ekonomi justru lebih banyak positifnya jika dibuka investasinya terutama dari sisi penghematan devisa, penciptaan lapangan kerja dan lain-lain.
"Saya kira seperti itu (alasan politis)," ucapnya.
Sekarang ini kata dia, di dalam negeri hanya ada 3 pabrik minol yang produksinya belum mampu meladeni kebutuhan minol di dalam negeri. Namun ia yakin dengan status kebijakan DNI yang lebih jangka pendek, seharusnya kajian mengeluarkan sektor minol dari DNI bisa dilakukan pemerintah.
"Masalah DNI, karena yang sudah ada yang sudah jalan pun tidak bisa ekspansi. Ini masalah policy, sampai hari ini masih tertutup," timpal Kepala BKPM Muhammad Lutfi di tempat yang sama.
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 09:58 WIB
Spanola Tambah Saham, RICY Menuju Rp 500?
-
Jumat, 25/05/2012 09:57 WIB
Semesta Indovest: Bursa Berpeluang Masuk Zona Hijau
-
Jumat, 25/05/2012 09:54 WIB
Semesta Indovest: Bursa Berpeluang Masuk Zona Hijau
-
Jumat, 25/05/2012 09:43 WIB
Lautandhana Securindo: Indeks Masih akan Fluktuatif
-
Jumat, 25/05/2012 09:36 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
