Industri Rotan Domestik Butuh 3 Tahun untuk Pulih
Kamis, 09/07/2009 11:28 WIB
Foto: dok Kab Katingan
Jakarta - Desakan untuk menutup keran ekspor bahan baku rotan oleh kalangan dunia usaha rotan di dalam negeri semakin gencar. Ketentuan ekspor rotan yang selama ini tertuang dalam Permendag No 12 tahun 2005, sebetulnya bisa dihapus meski dampaknya baru akan terasa 3 tahun ke depan.
Hal ini disampaikan oleh perajin rotan dari Cirebon yang juga perwakilan dari Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI), Tonton Taufik dalam acara diskusi interaktif re-evaluasi tata niaga ekspor rotan Indonesia, di kampus UKI Cawang, Kamis (9/7/2009).
Ia mengatakan desakan penghentian ekspor rotan ini terkait dengan industri rotan di dalam negeri yang terancam makin sulit mendapat pasokan bahan baku. Akibatnya, harga produk yang dihasilkan menjadi mahal.
Apalagi industri rotan kerap dicap oleh perbankan sebagai industri sunset atau kurang berprospek sehingga sulit dikucuri kredit.
"Saya sudah nombok terus sejak bulan Januari lalu, memang ada rencana direvisi, tapi sebaiknya ekspor rotan ditutup," jelasnya.
Ia menjelaskan dampak diperbolehkanya ekspor rotan sesuai dengan Permendag No 12 tahun 2005 berdampak negatif bagi industri rotan dalam negeri baik dari sisi iklim industri dan daya saing industri, diantaranya:
"Kalau ekspor rotan ditutup pun industri baru bisa tumbuh pulih 2-3 tahun kemudian," katanya
Hingga sampai saat ini pemerintah melalui Departemen Perdagangan (Depdag) belum akan melarang ekspor rotan, namun saat ini Depdag baru akan melakukan revisi Permendag No 12 tahun 2005 yang menekankan pada pengawasan ekspor rotan.
(hen/lih)
Hal ini disampaikan oleh perajin rotan dari Cirebon yang juga perwakilan dari Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI), Tonton Taufik dalam acara diskusi interaktif re-evaluasi tata niaga ekspor rotan Indonesia, di kampus UKI Cawang, Kamis (9/7/2009).
Ia mengatakan desakan penghentian ekspor rotan ini terkait dengan industri rotan di dalam negeri yang terancam makin sulit mendapat pasokan bahan baku. Akibatnya, harga produk yang dihasilkan menjadi mahal.
Apalagi industri rotan kerap dicap oleh perbankan sebagai industri sunset atau kurang berprospek sehingga sulit dikucuri kredit.
"Saya sudah nombok terus sejak bulan Januari lalu, memang ada rencana direvisi, tapi sebaiknya ekspor rotan ditutup," jelasnya.
Ia menjelaskan dampak diperbolehkanya ekspor rotan sesuai dengan Permendag No 12 tahun 2005 berdampak negatif bagi industri rotan dalam negeri baik dari sisi iklim industri dan daya saing industri, diantaranya:
- Ketatnya persaingan dengan negara lain, akibat dibolehkannya ekspor bahan baku rotan, padahal Indonesia memiliki 80% bahan baku rotan dunia.
- Terbatasnya pasokan bahan baku karena adanya ekspor bahan baku.
- Terbatasnya permintaan jumlah buyer ke eksportir Indonesia karena negara Vietnam, Filipina, China juga memproduksi furnitur rotan, yang bahan bakunya dari Indonesia.
- Pajak ekspor rotan mentah hanya 15% dan PPN penjualan antar pulau hanya 10%, kondisi ini menyebabkan perbedaan yang sangat sedikit, dampaknya lebih menguntungkan ekspor bahan baku rotan.
"Kalau ekspor rotan ditutup pun industri baru bisa tumbuh pulih 2-3 tahun kemudian," katanya
Hingga sampai saat ini pemerintah melalui Departemen Perdagangan (Depdag) belum akan melarang ekspor rotan, namun saat ini Depdag baru akan melakukan revisi Permendag No 12 tahun 2005 yang menekankan pada pengawasan ekspor rotan.
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
