BEI Usul Pasar Modal Masuk Kurikulum SMA
Kamis, 09/07/2009 14:42 WIB
Kiki Widyasari (Foto: Indro/detikcom)
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengusulkan ke Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk memasukkan pasar modal dalam kurikulum mata pelajaran di tingkat sekolah menengah atas (SMA).
"Kita memang memiliki program ke arah sana," kata Direktur Pengembangan Usaha BEI, Frederica Widyasari Dewi di kantornya, SCBD, Jakarta, Kamis (9/7/2009).
Friderica mengatakan tujuan usulan tersebut adalah untuk memasyaratkan pasar modal di Indonesia, sehingga nantinya dapat mempercepat proses peningkatan jumlah investor di BEI.
"Sekarang kan jumlah investor yang tercatat sekitar 300 ribuan. Dengan cara ini, bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan jumlah investor pasar modal," ujarnya.
Untuk tahap awal menurut Frederica, pelajaran pasar modal bisa dimasukkan dalam bagian pelajaran ekonomi di tingkat SMA. Meski pelajaran pasar modal tidak berdiri sendiri, namun langkah awal ini dinilai dapat memberikan pengetahuan kepada generasi muda sehingga ke depan diharapkan ada transfer pengetahuan
kepada masyarakat luas.
"Untuk anak SMA, pelajaran pasar modal mungkin masih agak sulit, makanya digabung dengan pelajaran lain. Kalau di luar negeri itu pasar modal sudah diperkenalkan sejak dini. Kita coba kesana," kata Frederica.
Menurut Frederica, langlah utama untuk mewujudkan gerakan nasional pasar modal adalah menggenjot jumlah investor menjadi 2 juta lebih dari saat ini sekitar 300.000 investor. Untuk itu, otoritas bursa akan memetakan jumlah riil investor di tanah air melalui program identitas tunggal (single ID). Jika program ini terealisasi, maka akan memudahkan BEI untuk menggenjot investor.
"Selama patokan jumlah investor kita kan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), padahal itu belum tentu mencerminkan jumlah investor yang sebenarnya, karena yang terdaftar di KSEI hanya investor yang memiliki subaccount, belum lagi investor obligasi dan reksadana, itu kan termasuk investor juga," katanya.
(dro/qom)
"Kita memang memiliki program ke arah sana," kata Direktur Pengembangan Usaha BEI, Frederica Widyasari Dewi di kantornya, SCBD, Jakarta, Kamis (9/7/2009).
Friderica mengatakan tujuan usulan tersebut adalah untuk memasyaratkan pasar modal di Indonesia, sehingga nantinya dapat mempercepat proses peningkatan jumlah investor di BEI.
"Sekarang kan jumlah investor yang tercatat sekitar 300 ribuan. Dengan cara ini, bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan jumlah investor pasar modal," ujarnya.
Untuk tahap awal menurut Frederica, pelajaran pasar modal bisa dimasukkan dalam bagian pelajaran ekonomi di tingkat SMA. Meski pelajaran pasar modal tidak berdiri sendiri, namun langkah awal ini dinilai dapat memberikan pengetahuan kepada generasi muda sehingga ke depan diharapkan ada transfer pengetahuan
kepada masyarakat luas.
"Untuk anak SMA, pelajaran pasar modal mungkin masih agak sulit, makanya digabung dengan pelajaran lain. Kalau di luar negeri itu pasar modal sudah diperkenalkan sejak dini. Kita coba kesana," kata Frederica.
Menurut Frederica, langlah utama untuk mewujudkan gerakan nasional pasar modal adalah menggenjot jumlah investor menjadi 2 juta lebih dari saat ini sekitar 300.000 investor. Untuk itu, otoritas bursa akan memetakan jumlah riil investor di tanah air melalui program identitas tunggal (single ID). Jika program ini terealisasi, maka akan memudahkan BEI untuk menggenjot investor.
"Selama patokan jumlah investor kita kan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), padahal itu belum tentu mencerminkan jumlah investor yang sebenarnya, karena yang terdaftar di KSEI hanya investor yang memiliki subaccount, belum lagi investor obligasi dan reksadana, itu kan termasuk investor juga," katanya.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
