Obligasi Korporasi Bakal Marak Lagi Semester II-2009
Kamis, 09/07/2009 18:07 WIB
Wan Wei Yong (Foto: Indro/detikcom)
Jakarta - Penerbitan obligasi korporasi pada semester II-2009 berpeluang meningkat lagi, seiring BI Rate yang terus turun.
"Saat ini obligasi pemerintah masih mendominasi dibanding korporasi. Harapannya, dengan penurunan BI rate hingga 6,75%, banyak perusahaan yang akan menerbitkan obligasi," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Wan Wei Yiong di kantornya, SCBD, Jakarta, Kamis (9/7/2009).
Sementara Direktur Penilai Perusahaan BEI Eddy Sugito, banyak investor saham yang lari ke obligasi karena saham sedang anjlok sementara obligasi sedang naik.
"Kenaikan investor obligasi disinyalir karena ada penurunan BI rate. Investor tersebut disebabkan karena mereka biasa bermain di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Para investor juga masih melihat kemungkinan BI rate akan turun lagi atau cenderung flat. Setelah itu mereka baru memutuskan untuk berinvestasi," jelas Eddy.
Dengan suku bunga acuan yang makin turun, saran Eddy akan lebih baik membeli obligasi. Meski dari sisi resiko lebih tinggi, tapi dengan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi, tentunya makin menarik bagi investor.
Sejak awal tahun hingga 2 Juli, total emisi obligasi, sukuk, dan efek beragun aset (EBA) baru yang sudah tercatat di BEI mencapai 19 emisi senilai Rp 16,23 triliun. Dari jumlah tersebut, 15 emisi merupakan obligasi senilai Rp 15,05 triliun, tiga emisi sukuk Rp 1,08 triliun, dan satu EBA sebesar Rp 100 miliar.
Sementara itu, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 148 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 81,38 triliun dan diterbitkan 87 emiten.
Surat berharga negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 76 seri dengan nilai nominal Rp 553,22 triliun. Sedangkan EBA berjumlah satu emisi dengan nilai nominal Rp 91,01 miliar.
Panin Ajukan Obligasi Rp 1,5 Triliun
PT Bank Panin Tbk (PNBN) segera mengajukan rencana penerbitan obligasi senilai Rp 1,5 triliun ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Obligasi PNBN mendapat peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
"Rencananya pekan depan pihak otoritas akan menerima pengajuan penerbitan obligasi dari Bank Panin," ungkap Wei.
Ia mengatakan, PNBN telah menunjuk Indopremier Sekuritas, Evergreen Sekuritas Plc, Danareksa Sekuritas dan Bahana Sekuritas sebagai penjamin emisi obligasi.
(dro/qom)
"Saat ini obligasi pemerintah masih mendominasi dibanding korporasi. Harapannya, dengan penurunan BI rate hingga 6,75%, banyak perusahaan yang akan menerbitkan obligasi," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Wan Wei Yiong di kantornya, SCBD, Jakarta, Kamis (9/7/2009).
Sementara Direktur Penilai Perusahaan BEI Eddy Sugito, banyak investor saham yang lari ke obligasi karena saham sedang anjlok sementara obligasi sedang naik.
"Kenaikan investor obligasi disinyalir karena ada penurunan BI rate. Investor tersebut disebabkan karena mereka biasa bermain di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Para investor juga masih melihat kemungkinan BI rate akan turun lagi atau cenderung flat. Setelah itu mereka baru memutuskan untuk berinvestasi," jelas Eddy.
Dengan suku bunga acuan yang makin turun, saran Eddy akan lebih baik membeli obligasi. Meski dari sisi resiko lebih tinggi, tapi dengan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi, tentunya makin menarik bagi investor.
Sejak awal tahun hingga 2 Juli, total emisi obligasi, sukuk, dan efek beragun aset (EBA) baru yang sudah tercatat di BEI mencapai 19 emisi senilai Rp 16,23 triliun. Dari jumlah tersebut, 15 emisi merupakan obligasi senilai Rp 15,05 triliun, tiga emisi sukuk Rp 1,08 triliun, dan satu EBA sebesar Rp 100 miliar.
Sementara itu, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 148 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 81,38 triliun dan diterbitkan 87 emiten.
Surat berharga negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 76 seri dengan nilai nominal Rp 553,22 triliun. Sedangkan EBA berjumlah satu emisi dengan nilai nominal Rp 91,01 miliar.
Panin Ajukan Obligasi Rp 1,5 Triliun
PT Bank Panin Tbk (PNBN) segera mengajukan rencana penerbitan obligasi senilai Rp 1,5 triliun ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Obligasi PNBN mendapat peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
"Rencananya pekan depan pihak otoritas akan menerima pengajuan penerbitan obligasi dari Bank Panin," ungkap Wei.
Ia mengatakan, PNBN telah menunjuk Indopremier Sekuritas, Evergreen Sekuritas Plc, Danareksa Sekuritas dan Bahana Sekuritas sebagai penjamin emisi obligasi.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
