Rebut Pasar Ekspor, RI Siap Andalkan Produk Inovatif Andalan
Senin, 13/07/2009 13:34 WIB
Produk UKM RI (dok detikFinance)
Jakarta - Pemerintah akan mengandalkan produk-produk inovatif asli Indonesia untuk merebut pasar ekspor dan investasi asing di tahun 2010.
Deputi Menko Perekonomian bidang Perdagangan dan Perindustrian Edy Putra Irawady mengatakan, banyak produk-produk inovatif yang menjanjikan dijadikan komoditas ekspor seperti pupuk cair organik, tanaman padi dalam pot temuan Tasikmalaya dan bahkan jasa-jasa konstruksi.
"Sulit untuk bersaing di produk-produk seperti tekstil, karena sudah banyak pemainnya, karena itu produk yang inovatif unthinkable ini bisa jadi andalan," ujarnya ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (13/7/2009).
Edy mengatakan tahun 2010 adalah tahun rebutan, pasalnya pasca krisis ekonomi global, dana-dana asing yang kembali ke negaranya masing-masing akan kembali mengalir ke negara-negara berkembang.
"Jadi pemerintah harus kerjakeras merebut pasar dan modal yang ada tersebut, terutama lewat investasi dengan menawarkan sektor-sektor yang menjanjikan," tuturnya.
Produk-produk inovatif ini selain sebagai komoditas ekspor juga menjanjikan sebagai tempat berinvestasi bagi investor asing.
"Untuk itu, di 2010 kita akan menomorsatukan pelayanan publik sehingga investor dimudahkan untuk berinvestasi," pungkasnya.
(dnl/qom)
Deputi Menko Perekonomian bidang Perdagangan dan Perindustrian Edy Putra Irawady mengatakan, banyak produk-produk inovatif yang menjanjikan dijadikan komoditas ekspor seperti pupuk cair organik, tanaman padi dalam pot temuan Tasikmalaya dan bahkan jasa-jasa konstruksi.
"Sulit untuk bersaing di produk-produk seperti tekstil, karena sudah banyak pemainnya, karena itu produk yang inovatif unthinkable ini bisa jadi andalan," ujarnya ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (13/7/2009).
Edy mengatakan tahun 2010 adalah tahun rebutan, pasalnya pasca krisis ekonomi global, dana-dana asing yang kembali ke negaranya masing-masing akan kembali mengalir ke negara-negara berkembang.
"Jadi pemerintah harus kerjakeras merebut pasar dan modal yang ada tersebut, terutama lewat investasi dengan menawarkan sektor-sektor yang menjanjikan," tuturnya.
Produk-produk inovatif ini selain sebagai komoditas ekspor juga menjanjikan sebagai tempat berinvestasi bagi investor asing.
"Untuk itu, di 2010 kita akan menomorsatukan pelayanan publik sehingga investor dimudahkan untuk berinvestasi," pungkasnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
