detikfinance

Menkeu Buka Rekening Khusus Migas dan Panas Bumi

Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Senin, 13/07/2009 17:44 WIB
Foto: Alih-detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan membuka rekening khusus untuk menampung setoran bagian pemerintah dari kegiatan usaha hulu migas dan panas bumi. Dengan begitu, penerimaan dan pengeluaran minyak, gas bumi dan panas bumi akan difasilitasi melalui rekening tersebut.

Rekening Hasil Minyak Perjanjian Karya Production Sharing dengan Nomor 600.000411 pada Bank Indonesia ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113/PMK.02/2009 yang berlaku mulai 23 Juni 2009.

"Rekening tersebut adalah rekening dalam valuta dolar AS yang digunakan untuk menampung seluruh penerimaan, dan membayar pengeluaran terkait kegiatan usaha hulu migas," demikian isi siaran pers yang dikutip detikFinance, Senin (13/7/2009).

Penerimaan yang akan masuk ke rekening minyak dan gas bumi tersebut adalah PPh, hasil penjualan minyak mentah, hasil penjualan gas alam, overlifting Kontraktor Kontrak Kerja Sam a (KKKS), dan penerimaan lain terkait kegiatan hulu migas antara lain' bonus-bonus   dan transfer material.

Sedangkan pengeluaran yang difasilitasi dari rekening minyak dan gas bumi itu meliputi PBB, reimbursement PPN, pajak daerah, Domestic Market Obligation (DMO) fee, Underlifting KKKS, fee kegiatan hulu minyak dan gas bumi serta kewajiban lainnya di luar perpajakan, penyetoran PPh minyak dan gas bumi ke Rekening Kas Umum Negara, Penyetoran PNBP SDA minyak dan gas bumi ke Rekening Kas Umum Negara, dan penyetoran penerimaan lainnya ke Rekening Kas Umum Negara.

Selain itu, Menteri Keuangan juga membuka Rekening Penerimaan Panas Bumi Nomor 508.000084 pada Bank Indonesia untuk menampung setoran bagian Pemerintah dari kegiatan usaha panas bumi.

Pembukaan rekening tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 114/PMK.02/2009 yang berlaku mulai 23 Juni 2009.

"Pengeluaran dari Rekening Panas Bumi terdiri dari reimbursement PPN, pembayaran PBB, pembayaran lainnya yang terkait dengan kegiatan panas bumi, dan penyetoran PNBP ke Rekening Kas Umum Negara," tambah siaran pers tersebut.


(lih/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.