Potensi Kerugian Rp 6,6 Miliar Akibat Miras Ilegal Diamankan
Selasa, 14/07/2009 12:51 WIB
Foto: dok Detikcom
Jakarta - Sepanjang semester I-2009, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengamankan potensi kerugian negara dari masuknya miras ilegal hingga Rp 6,6 miliar di wilayah Jakarta saja. Potensi kerugian negara ini berasal dari pelanggaran pita cukai dan hilangnya pendapatan PPnBM dan bea masuk.
Dari total potensi kerugian tersebut, pelanggaran pita cukai saja sudah menyumbang Rp 2,6 miliar.
"Potensi kerugian negara itu mencapai Rp 2,6 miliar," kata Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi saat memaparkan hasil penegahan miras tak berpita tukai di kantor Bea Cukai wilayah Jakarta, Kemayoran, Selasa (14/7/2009).
Sementara itu Kabid P2 Bea Cukai Kanwil Jakarta Septia Atma mengatakan angka Rp 2,6 miliar itu hanya potensi kerugian dari pendapatan cukai saja, belum dihitung dari potensi kerugian negara untuk tarif bea masuk, pajak penjualan barang mewah (PPn BM).
"Itu belum masuk perhitungan pajak impor, bea masuk, PPn BM. Hitungan kami satu kontainer miras untuk biaya-biaya tadi bisa mencapai Rp 800 juta per kontainer. Jumlahnya 5 konatiner jadi Rp 4 miliar, maka totalnya bisa Rp 6,6 miliar selama 1 semester," jelas Atma.
Selama tahun 2009 ini saja Bea Cukai wilayah Jakarta telah melakukan beberapa penindakan terkait pencegahan pelanggaran kepabeanan untuk produk miras atau minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
Termasuk di antaranya yang terbaru adalah penegahan produk miras asal Korea sebanyak 17.518 botol jenis shoju bermerek Jinro yang tanpa disertai pita cukai. Bea Cukai wilayah Jakarta setidaknya telah mengamankan hingga 183 merek miras dari berbagai negara di Asia dan Eropa.
Misalnya temuan 3.000 karton atau 30.000 botol miras di Kamal Muara yang tanpa disertai pita cukai dengan potensi kerugian dari potensi pendapatan pita cukai hingga Rp 1,8 miliar. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan untuk menemukan tersangka.
Kemudian kasus temuan sejenis, di pergudangan Pluit Raya sebanyak 15.000 botol miras dengan potensi kerugian dari pendapatan cukai mencapai Rp 600 juta, kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Lalu ada kasus penemuan serupa di Jl Agus Salim sebanyak 1.830 botol miras dengan potensi kerugian Rp 66,3 juta, kasusnya dalam proses persidangan di PN Jakpus.
Selebihnya ada kasus-kasus sekala kecil seperti temuan 100 botol tanpa pita cukai di Jakarta Pusat, dengan potensi kerugian Rp 1,8 juta, kasusnya dalam proses pengadilan negari Jakpus.
Selain itu, ada kasus yang sempat menghebohkan mengenai temuan mesin percetakan pita cukai palsu yang ditemukan di Slipi Jakarta Barat, dengan potensi kerugian hingga Rp 26,5 miliar, yang kasusnya sudah masuk dalam P-21 (berkas dinyatakan lengkap).
(hen/lih)
Dari total potensi kerugian tersebut, pelanggaran pita cukai saja sudah menyumbang Rp 2,6 miliar.
"Potensi kerugian negara itu mencapai Rp 2,6 miliar," kata Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi saat memaparkan hasil penegahan miras tak berpita tukai di kantor Bea Cukai wilayah Jakarta, Kemayoran, Selasa (14/7/2009).
Sementara itu Kabid P2 Bea Cukai Kanwil Jakarta Septia Atma mengatakan angka Rp 2,6 miliar itu hanya potensi kerugian dari pendapatan cukai saja, belum dihitung dari potensi kerugian negara untuk tarif bea masuk, pajak penjualan barang mewah (PPn BM).
"Itu belum masuk perhitungan pajak impor, bea masuk, PPn BM. Hitungan kami satu kontainer miras untuk biaya-biaya tadi bisa mencapai Rp 800 juta per kontainer. Jumlahnya 5 konatiner jadi Rp 4 miliar, maka totalnya bisa Rp 6,6 miliar selama 1 semester," jelas Atma.
Selama tahun 2009 ini saja Bea Cukai wilayah Jakarta telah melakukan beberapa penindakan terkait pencegahan pelanggaran kepabeanan untuk produk miras atau minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
Termasuk di antaranya yang terbaru adalah penegahan produk miras asal Korea sebanyak 17.518 botol jenis shoju bermerek Jinro yang tanpa disertai pita cukai. Bea Cukai wilayah Jakarta setidaknya telah mengamankan hingga 183 merek miras dari berbagai negara di Asia dan Eropa.
Misalnya temuan 3.000 karton atau 30.000 botol miras di Kamal Muara yang tanpa disertai pita cukai dengan potensi kerugian dari potensi pendapatan pita cukai hingga Rp 1,8 miliar. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan untuk menemukan tersangka.
Kemudian kasus temuan sejenis, di pergudangan Pluit Raya sebanyak 15.000 botol miras dengan potensi kerugian dari pendapatan cukai mencapai Rp 600 juta, kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Lalu ada kasus penemuan serupa di Jl Agus Salim sebanyak 1.830 botol miras dengan potensi kerugian Rp 66,3 juta, kasusnya dalam proses persidangan di PN Jakpus.
Selebihnya ada kasus-kasus sekala kecil seperti temuan 100 botol tanpa pita cukai di Jakarta Pusat, dengan potensi kerugian Rp 1,8 juta, kasusnya dalam proses pengadilan negari Jakpus.
Selain itu, ada kasus yang sempat menghebohkan mengenai temuan mesin percetakan pita cukai palsu yang ditemukan di Slipi Jakarta Barat, dengan potensi kerugian hingga Rp 26,5 miliar, yang kasusnya sudah masuk dalam P-21 (berkas dinyatakan lengkap).
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:15 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 10:02 WIB
Equator Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas
-
Jumat, 25/05/2012 09:58 WIB
Spanola Tambah Saham, RICY Menuju Rp 500?
-
Jumat, 25/05/2012 09:54 WIB
Semesta Indovest: Bursa Berpeluang Masuk Zona Hijau
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 08:20 WIB
Adhi Karya Terbitkan Surat Utang Rp 1,5 Triliun
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
