Monopoli Impor Picu Miras Ilegal
Selasa, 14/07/2009 13:34 WIB
Foto: Hendra/detikFinance
Jakarta - Direktur Jenderal Bea Cukai Anwar Suprijadi mendesak kepada Departemen Perdagangan untuk membuka keran izin importir baru di bidang produk minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau miras. Selama ini hanya ada satu importir miras yaitu PT Sarinah yang memonopoli impor produk miras.
"Importirnya cuma 1 yaitu PT Sarinah, yang memonopoli," kata Anwar.
Kondisi ini kata Anwar memunculkan persaingan usaha yang tidak sehat, berdampak pada upaya-upaya untuk mencari peruntungan bisnis dari pelaku lainnya termasuk melakukan manipulasi impor dengan menyalahgunakan aturan kepabeanan.
"Motif mereka mencari keuntungan yang paling optimal, kita juga sudah koordinasi dengan Departemen Perdagangan. Kita menyarankan teman-teman perdagangan dibuka satu importir baru supaya bisa berkompetisi," seru Anwar.
Ia menambahkan dengan kondisi satu pelaku usaha importir produk miras, menyebabkan biaya ekonomi tinggi. Sehingga sudah sepatutnya diciptakan iklim usaha yang sehat dengan menambah pelaku importir miras, untuk mencegah kasus-kasus pelanggaran kepabeanan produk miras.
Selama tahun 2009 ini saja Bea Cukai wilayah Jakarta telah melakukan beberapa penindakan terkait penegahan pelanggaran kepabeanan untuk produk miras atau minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
Termasuk diantaranya yang terbaru adalah penegahan produk miras asal Korea sebanyak 17.518 botol jenis shoju bermerek Jinro yang tanpa disertai pita cukai. Bea Cukai wilayah Jakarta setidaknya telah mengamankan hingga 183 merek miras dari berbagai negara di Asia dan Eropa.
Misalnya temuan 3000 karton atau 30.000 botol miras di Kamal Muara yang tanpa disertai pita cukai dengan potensi kerugian dari potensi pendapatan pita cukai hingga Rp 1,8 miliar, kasusnya masih dalam penyelidikan untuk menemukan tersangka.
Kemudian kasus temuan sejenis, di pergudangan Pluit Raya sebanyak 15.000 botol miras dengan potensi kerugian dari pendapatan cukai mencapai Rp 600 juta, kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Lalu ada kasus penemuan serupa di Jl Agus Salim sebanyak 1.830 botol miras dengan potensi kerugian Rp 66,3 juta, kasusnya dalam proses persidangan di PN Jakpus.
Selebihnya ada kasus-kasus sekala kecil seperti temuan 100 botol tanpa pita cukai di Jakarta Pusat, dengan potensi kerugian Rp 1,8 juta, kasusnya dalam proses pengadilan negari Jakpus.
Selain itu, ada kasus yang sempat menghebohkan mengenai temuan mesin percetakan pita cukai palsu yang ditemukan di Slipi Jakarta Barat, dengan potensi kerugian hingga Rp 26,5 miliar, yang kasusnya sudah masuk dalam P-21 (berkas dinyatakan lengkap).
(hen/lih)
"Importirnya cuma 1 yaitu PT Sarinah, yang memonopoli," kata Anwar.
Kondisi ini kata Anwar memunculkan persaingan usaha yang tidak sehat, berdampak pada upaya-upaya untuk mencari peruntungan bisnis dari pelaku lainnya termasuk melakukan manipulasi impor dengan menyalahgunakan aturan kepabeanan.
"Motif mereka mencari keuntungan yang paling optimal, kita juga sudah koordinasi dengan Departemen Perdagangan. Kita menyarankan teman-teman perdagangan dibuka satu importir baru supaya bisa berkompetisi," seru Anwar.
Ia menambahkan dengan kondisi satu pelaku usaha importir produk miras, menyebabkan biaya ekonomi tinggi. Sehingga sudah sepatutnya diciptakan iklim usaha yang sehat dengan menambah pelaku importir miras, untuk mencegah kasus-kasus pelanggaran kepabeanan produk miras.
Selama tahun 2009 ini saja Bea Cukai wilayah Jakarta telah melakukan beberapa penindakan terkait penegahan pelanggaran kepabeanan untuk produk miras atau minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
Termasuk diantaranya yang terbaru adalah penegahan produk miras asal Korea sebanyak 17.518 botol jenis shoju bermerek Jinro yang tanpa disertai pita cukai. Bea Cukai wilayah Jakarta setidaknya telah mengamankan hingga 183 merek miras dari berbagai negara di Asia dan Eropa.
Misalnya temuan 3000 karton atau 30.000 botol miras di Kamal Muara yang tanpa disertai pita cukai dengan potensi kerugian dari potensi pendapatan pita cukai hingga Rp 1,8 miliar, kasusnya masih dalam penyelidikan untuk menemukan tersangka.
Kemudian kasus temuan sejenis, di pergudangan Pluit Raya sebanyak 15.000 botol miras dengan potensi kerugian dari pendapatan cukai mencapai Rp 600 juta, kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Lalu ada kasus penemuan serupa di Jl Agus Salim sebanyak 1.830 botol miras dengan potensi kerugian Rp 66,3 juta, kasusnya dalam proses persidangan di PN Jakpus.
Selebihnya ada kasus-kasus sekala kecil seperti temuan 100 botol tanpa pita cukai di Jakarta Pusat, dengan potensi kerugian Rp 1,8 juta, kasusnya dalam proses pengadilan negari Jakpus.
Selain itu, ada kasus yang sempat menghebohkan mengenai temuan mesin percetakan pita cukai palsu yang ditemukan di Slipi Jakarta Barat, dengan potensi kerugian hingga Rp 26,5 miliar, yang kasusnya sudah masuk dalam P-21 (berkas dinyatakan lengkap).
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
Ranch Market Tawarkan Saham IPO Rp 425- 510
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
