Safeguard Produk Keramik Diperpanjang Hingga 2011
Rabu, 15/07/2009 14:10 WIB
Produk keramik Arwana (Suhendra/detikcom)
Serang - Instrumen safeguard untuk produk keramik diperpanjang hingga 2011. Namun kebijakan safeguard industri keramik itu tidak lantas diperpanjang begitu saja.
Instrumen safeguard masih bisa diperpanjang jika industri keramik dalam negeri masih diserbu produk keramik impor yang membanjiri pasar di dalam negeri yang bisa dibuktikan dengan investigasi ulang.
"Saat ini kita masih menggunakan safeguard terhadap impor keramik, yang baru diperpanjang 3 tahun dari 2009-2011," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu dalam acara kunjungan pabrik keramik Arwana Cikande, Serang, Rabu (15/7/2009).
Namun kata Mari, penerapan safeguard tidak bisa sembarangan diperpanjang, karena instrumen ini hanya boleh dilakukan secara temporal. Untuk itu langkah yang tepat adalah industri keramik dalam negeri harus menyiapkan diri agar bisa bersaing dengan produk impor.
"Kalau mau diperpanjang lagi misal tahun 2010-2011 harus ada investigasi ulang, jadi harus ada basisnya (alasan)," jelasnya.
Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Industri Aneka Keramik (Asaki) Achmad Widjaja mengatakan selama ini penerapan safeguard bagi produk keramik hanya dikenakan untuk produk-produk pecah belah saja. Sedangkan keramik-keramik di luar pecah belah tidak digunakan instrumen safeguard.
"Safeguard hanya pecah belah, kompetisinya utamanya dengan China, glazing tile belum tersentuh," ucapnya.
Ia mengatakan instrumen safeguard cukup berhasil membantu industri keramik dalam negeri meski sekarang ini utilisasi produksi keramik berada di angka 68%, yang sebelumnya sempat jauh dibawah 50%.
Instrumen safeguard adalah mekanisme yang digunakan oleh negara tertentu jika suatu industri di negaranya mengalami gangguan dari serbuan produk impor sampai membanjiri pasar dalam negerinya, yang berdampak pada industri hingga ke titik injury (kerugian) misalnya turunnya produktivitas. Biasanya instrumen yang dikenakan dalam bentuk pengenaan tarif tambahan safeguard selain bea masuk impor barang.
(hen/qom)
Instrumen safeguard masih bisa diperpanjang jika industri keramik dalam negeri masih diserbu produk keramik impor yang membanjiri pasar di dalam negeri yang bisa dibuktikan dengan investigasi ulang.
"Saat ini kita masih menggunakan safeguard terhadap impor keramik, yang baru diperpanjang 3 tahun dari 2009-2011," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu dalam acara kunjungan pabrik keramik Arwana Cikande, Serang, Rabu (15/7/2009).
Namun kata Mari, penerapan safeguard tidak bisa sembarangan diperpanjang, karena instrumen ini hanya boleh dilakukan secara temporal. Untuk itu langkah yang tepat adalah industri keramik dalam negeri harus menyiapkan diri agar bisa bersaing dengan produk impor.
"Kalau mau diperpanjang lagi misal tahun 2010-2011 harus ada investigasi ulang, jadi harus ada basisnya (alasan)," jelasnya.
Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Industri Aneka Keramik (Asaki) Achmad Widjaja mengatakan selama ini penerapan safeguard bagi produk keramik hanya dikenakan untuk produk-produk pecah belah saja. Sedangkan keramik-keramik di luar pecah belah tidak digunakan instrumen safeguard.
"Safeguard hanya pecah belah, kompetisinya utamanya dengan China, glazing tile belum tersentuh," ucapnya.
Ia mengatakan instrumen safeguard cukup berhasil membantu industri keramik dalam negeri meski sekarang ini utilisasi produksi keramik berada di angka 68%, yang sebelumnya sempat jauh dibawah 50%.
Instrumen safeguard adalah mekanisme yang digunakan oleh negara tertentu jika suatu industri di negaranya mengalami gangguan dari serbuan produk impor sampai membanjiri pasar dalam negerinya, yang berdampak pada industri hingga ke titik injury (kerugian) misalnya turunnya produktivitas. Biasanya instrumen yang dikenakan dalam bentuk pengenaan tarif tambahan safeguard selain bea masuk impor barang.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
Ranch Market Tawarkan Saham IPO Rp 425- 510
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
