detikfinance

BP Migas: Investment Credit Punya Payung Hukum

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Kamis, 16/07/2009 13:45 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - BP Migas menegaskan pemberian investment credit bagi perusahaan-perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia memiliki payung hukum.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BP Migas R.Priyono ketika ditemui di acara ulang tahun ke-7 BP Migas di Gedung Patra Jasa, Kamis (16/7/2009).

"Investment credit itu ada payung hukumnya yaitu Keputusan Menteri Energi," ujarnya.

Dijelaskan Priyono besaran investment credit yang bisa diberikan tergantung pada nilai keekonomian lapangan migas dan wilayah yang dimasuki.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kejanggalan dalam pemberian investment credit bagi perusahaan-perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia. Ada sejumlah investment credit yang pemberiannya ternyata tidak memiliki landasan hukum.

Investment credit merupakan paket insentif yang ditawarkan pemerintah kepada perusahaan asing yang mau menanamkan modalnya di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Haryono Umar, dana yang tersedot dalam program investment credit tersebut mencapai triliunan rupiah. KPK pun mencium ada keterlibatan uang negara yang tidak semestinya dalam pemberian insentif tersebut.


(dnl/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.