Manisnya Bisnis Sale dan Kripik Pisang
Selasa, 21/07/2009 10:50 WIB
Foto: Hendra/detikFinance
Ciamis, - Sale atau pisang olahan kering sudah menjadi cemilan khas daerah Jawa Barat. Bisnis sale pun menjadi menggiurkan jika ditangani dengan serius.
Adalah Tarwa Hadi seorang pensiunan pegawai Perhutani yang akhirnya mempercepat masa pensiunannya dengan mencoba keberuntungan di bisnis pisang olahan sale dan kripik.
Pria asal Ciamis ini memulai bisnisnya sejak tahun 1996 silam dengan desakan sang istri untuk mengajak bisnis ini menjadi titik perjalanan bisnisnya, meskipun pada waktu itu sudah banyak yang membuat sale di Ciamis. Ia sadar membuat bisnis makanan tidak lah mudah karena terkait memanjakan lidah konsumen.
"Awalnya seperti orang berjudi, nyoba-nyoba, evaluasi setiap kekurangan, dari kritikan orang lain," ucapnya pekan lalu saat ditemui di pabriknya, Ciamis Sabtu (18/7/2009).
Walhasil sampai sekarang ini, ia bukan hanya berhasil menjalankan bisnisnya, namun ia juga mampu memberdayakan masyarakat sekitar rumahnya. Setidaknya saat ini ia mampu merekrut 60 pegawai langsung.
Selain itu ia juga telah membina kurang lebih 120 kepala keluarga sebagai pemasok potongan pisang bahan mentah, kuli pemanggul dan petani pisang,
"Untuk sale pisang kita buat dari pisang siam, pisang nangka, kapas, ambon," katanya.
Jual Nama-Nama Orang Terkenal
Sebagai bentuk ajang promosi, ia membuat strategi dengan memberi nama produk pisang salenya dengan tokoh-tokoh terkenal misalnya sale SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), sale macan yang diambil dari nama Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf. Meski tidak sengaja memberikan nama-nama produk salenya dari orang terkenal, ternyata caranya ini cukup efektif membuat ketagihan para penggemar salenya.
"Dulu waktu Pak SBY mantu, sale saya dipakai, lalu saya kasih nama SBY," ujarnya.
Sampai saat ini produk sale dan kripiknya laku dijual di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Medan, Surabaya. Bahkan sejak lima tahun lalu, sudah diekspor ke Kanada dan negara lainnya seperti Malaysia, Brunei, dan Taiwan.
"Saya sampai sekarang masih kewalahan melayani order," katanya.
Hingga sekarang ia terus mengembangkan inovasi berbagai produk sale dan kripiknya. Misalnya untuk produk sale terdiri dari 4 citarasa yaitu sale lidah, sale opak, sale gulung (SBY) dan sale pisang ambon. Sedangkan untuk kripik pisang ada enam rasa, madu, lemon, asin, moka, manis pedes dan durian.
Dengan omset rata-rata hingga Rp 300 juta per bulan, ia terus mengembangkan modalnya tanpa bantuan perbankan. Ia berprinsip untuk menghindari pinjaman dari bank karena khawatir tidak mampu mengembalikan.
"Saya takut mengembalikannya, bisa susah tidur saya, takut nggak bisa balikin," kilahnya tertawa.
Produk sale dan kripik yang ia jual mulai dari Rp 10.000-30.000, selalu mempertahankan mutu terutama dalam setiap pengemasan produk sehingga bisa menghasilkan produk sale yang bertahan hingga 6 bulan lebih.
"Hambatannya sekarang ini bahan baku di musim panas kurang supply, tetapi menjemurnya bagus, kalau musim hujan gede-gede pisangnya tetapi proses oven pengeringan kurang," jelasnya.
Sale dan Kripik Pisang Suka Senang
Tarwa Hadi
Jl Raya Ciamis-Banjar Km 6 Cijeungjing Ciamis 46271
(hen/lih)
Adalah Tarwa Hadi seorang pensiunan pegawai Perhutani yang akhirnya mempercepat masa pensiunannya dengan mencoba keberuntungan di bisnis pisang olahan sale dan kripik.
Pria asal Ciamis ini memulai bisnisnya sejak tahun 1996 silam dengan desakan sang istri untuk mengajak bisnis ini menjadi titik perjalanan bisnisnya, meskipun pada waktu itu sudah banyak yang membuat sale di Ciamis. Ia sadar membuat bisnis makanan tidak lah mudah karena terkait memanjakan lidah konsumen.
"Awalnya seperti orang berjudi, nyoba-nyoba, evaluasi setiap kekurangan, dari kritikan orang lain," ucapnya pekan lalu saat ditemui di pabriknya, Ciamis Sabtu (18/7/2009).
Walhasil sampai sekarang ini, ia bukan hanya berhasil menjalankan bisnisnya, namun ia juga mampu memberdayakan masyarakat sekitar rumahnya. Setidaknya saat ini ia mampu merekrut 60 pegawai langsung.
Selain itu ia juga telah membina kurang lebih 120 kepala keluarga sebagai pemasok potongan pisang bahan mentah, kuli pemanggul dan petani pisang,
"Untuk sale pisang kita buat dari pisang siam, pisang nangka, kapas, ambon," katanya.
Jual Nama-Nama Orang Terkenal
Sebagai bentuk ajang promosi, ia membuat strategi dengan memberi nama produk pisang salenya dengan tokoh-tokoh terkenal misalnya sale SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), sale macan yang diambil dari nama Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf. Meski tidak sengaja memberikan nama-nama produk salenya dari orang terkenal, ternyata caranya ini cukup efektif membuat ketagihan para penggemar salenya.
"Dulu waktu Pak SBY mantu, sale saya dipakai, lalu saya kasih nama SBY," ujarnya.
Sampai saat ini produk sale dan kripiknya laku dijual di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Medan, Surabaya. Bahkan sejak lima tahun lalu, sudah diekspor ke Kanada dan negara lainnya seperti Malaysia, Brunei, dan Taiwan.
"Saya sampai sekarang masih kewalahan melayani order," katanya.
Hingga sekarang ia terus mengembangkan inovasi berbagai produk sale dan kripiknya. Misalnya untuk produk sale terdiri dari 4 citarasa yaitu sale lidah, sale opak, sale gulung (SBY) dan sale pisang ambon. Sedangkan untuk kripik pisang ada enam rasa, madu, lemon, asin, moka, manis pedes dan durian.
Dengan omset rata-rata hingga Rp 300 juta per bulan, ia terus mengembangkan modalnya tanpa bantuan perbankan. Ia berprinsip untuk menghindari pinjaman dari bank karena khawatir tidak mampu mengembalikan.
"Saya takut mengembalikannya, bisa susah tidur saya, takut nggak bisa balikin," kilahnya tertawa.
Produk sale dan kripik yang ia jual mulai dari Rp 10.000-30.000, selalu mempertahankan mutu terutama dalam setiap pengemasan produk sehingga bisa menghasilkan produk sale yang bertahan hingga 6 bulan lebih.
"Hambatannya sekarang ini bahan baku di musim panas kurang supply, tetapi menjemurnya bagus, kalau musim hujan gede-gede pisangnya tetapi proses oven pengeringan kurang," jelasnya.
Sale dan Kripik Pisang Suka Senang
Tarwa Hadi
Jl Raya Ciamis-Banjar Km 6 Cijeungjing Ciamis 46271
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
Ranch Market Tawarkan Saham IPO Rp 425- 510
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
