detikfinance

Bom di Ritz-Carlton & JW Marriott

Investor dari 30 Negara Masih Yakin Investasi di Indonesia

Didi Syafirdi - detikfinance
Selasa, 21/07/2009 15:08 WIB
Foto: dok detikcom
Jakarta - Kadin Indonesia mengaku sudah berkomunikasi dengan lebih dari 30 Kadin negara lainnya pascaledakan bom di hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott. Hasilnya, pelaku usaha asing masih menanamkan kepercayaan yang tinggi untuk berinvestasi di Indonesia.  

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Investasi dan Perhubungan Chris Kanter, pelaku usaha asing masih menaruh harapan pada perbaikan iklim investasi seperti reformasi di bidang pajak dan bea cukai.

"Kadin Indonesia sudah bicara dengan Kadin lebih dari 30 negara. Mereka berpendapat ada kebijakan yang lebih baik yang dukung iklim usaha yang lebih baik di Indonesia, seperti reformasi pajak dan bea cukai," katanya dalam keterangan pers di Bellagio, Kuningan, Jakarta, Selasa (21/7/2009).

Chris mengakui, serangan bom di dua hotel mewah pada Jumat (17/7/2009) memang sempat menimbulkan tanda tanya. Namun hal itu tidak berdampak signifikan terhadap keputusan investasi pelaku usaha. Sebagian pelaku usaha bahkan terlihat lebih optimistis ketimbang pemerintah atas penanganan kasus ini.

"Masukan dari investor asing, mereka melihat kemungkinan yang jauh lebih baik dari perkiraan pemerintah. Berapa besar dampak bom terhadap investasi memang tidak dapat diprediksi dengan angka. Mungkin ada pengaruhnya tapi tidak signifikan," tambahnya.

Pertumbuhan investasi di Indonesia belakangan ini memang sedang berjuang melawan krisis ekonomi. Pada 2008 investasi tercatat masih bisa tumbuh 20% dibanding 2007.

Meski banyak pihak yang memprediksi investasi RI akan merosot akibat krisis, namun sejumlah pengusaha masih ada yang yakin iklim investasi di Indonesia akan membaik.

"Pemerintah mengambil langkah-langkah dalam 2 bulan terakhir dengan mengumpulkan semua pengusaha atau investor yang ada di Indonesia. Hasil pertemuan ini mereka meyakini akan ada perbaikan yang signifikan dalam iklim investasi di Indonesia. Mereka beranggapan bahwa Indonesia masih jadi salah satu negara yang menarik untuk menanamkan investasi," katanya.


(lih/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.