detikfinance

Penerimaan Pajak dari Pertambangan Umum Seret

Suhendra - detikfinance
Selasa, 21/07/2009 16:40 WIB
Foto: dok detikSurabaya
Jakarta - Penerimaan pajak dari sektor pertambangan umum menjadi seret sejak krisis ekonomi global melanda mulai Oktober 2008 hingga saat ini. Sejak Oktober 2008 tersebut, tidak ada penerimaan PPh Badan dari sektor pertambangan umum karena mereka terus mengalami kerugian.
 
Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pajak Darmin Nasution dalam jumpa pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/7/2009).
 
"Sejak Oktober 2008 PPh Badan dari pertambangan umum kecuali batubara tidak ada pembayarannya karena mereka rugi, mungkin akan kembali positif pada Agustus ini," ujarnya.
 
Menurut Darmin dengan membaiknya kondisi harga komoditas yang mulai terlihat pada kuartal II-2009, maka sektor pertambangan umum akan pulih.
 
"Pertambangan umum ini menjadi salah satu sektor yang terpukul akibat krisis ekonomi global. Sejak Oktober 2008 tidak ada lagi penerimaan pajak dari sektor ini," imbuhnya.
 
Selain itu, Darmin menjelaskan, turunnya ekspor dan impor pada semester I-2009 juga sangat mempengaruhi penerimaan pajak.
 
"Tapi ke depan di semester II-2009, penurunan impor tidak lagi seperti saat ini, karena orang harus berproduksi, jadi penurunan impor akan semakin kecil, demikian juga dengan ekspor," katanya.
 
Penerimaan Fiskal Luar Negeri Turun Drastis
 
Darmin juga mengatakan, pada semester I-2009, penerimaan pajak fiskal luar negeri menurun drastis hanya Rp 23,93 miliar atau tidak sampai 10% dari target 2009 yang sebesar Rp 363,82 miliar.
 
"Ini menunjukkan bahwa banyak orang yang mengurus NPWP untuk mendapatkan fiskal gratis, dan berdampak positif kepada penerimaan PPh Orang Pribadi yang akan meningkat," tuturnya.
 
Menurut Darmin, sampai akhir tahun penerimaan fiskal luar negeri akan hilang sekitar Rp 300 miliar dari target. Dengan asumsi penerimaan semester II-2009 besarannya akan sama dengan penerimaan di semester I-2009.



(hen/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.