Produksi Naik, Laba Freeport Turun
Rabu, 22/07/2009 11:46 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Perusahaan tambang raksasa Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc mencatat penurunan laba di kuartal kedua 2009, meskipun masih di atas ekspektasi perusahaan. Laba Freeport turun di tengah kenaikan produksi emas dan tembaga.
Freeport berhasil menahan penurunan laba dengan memangkas 33 persen biaya penambangan dan tertolong kenaikan penjualan emas yang mencapai 3 kali lipat.
Berdasarkan situs resmi Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, seluruh penjualan emas Freeport berasal dari tambang Grasberg (Papua, Indonesia). Tak hanya itu, cadangan tembaga Freeport yang terbesar juga berlokasi di Grasberg.
Selain di Indonesia, tambang tembaga Freeport berada di Amerika Selatan, Amerika Utara dan Tenke Fungurume (Kongo). Sedangkan untuk tambang molybdenum, Freeport mengelola tambang di Amerika Utara.
Seperti dikutip Reuters, Rabu (22/7/2009), penjualan emas Freeport pada kuartal II- 2009 tercatat sebesar 837.000 ounces atau melonjak dari kuartal kedua 2008 yang sebanyak 265.000 ounces.
Sedangkan penjualan tembaga di kuartal II-2009 tercatat 1,1 miliar pounds atau naik dari periode yang sama 2008 yaitu sebesar 942 juta pounds. Untuk molybdenum, penjualannya tercatat sebanyak 16 juta pounds di kuartal kedua 2009 atau turun dari kuartal kedua 2008 yang sebanyak 20 juga pounds.
Namun meski mencatat kenaikan penjualan, laba Freeport pada kuartal kedua 2009 tercatat turun menjadi US$ 588 juta dari US$ 947 juta di periode yang sama di 2008. Laba per saham juga turun dari US$ 2,25 menjadi US$ 1,38.
Sementara pendapatan perusahaan turun dari US$ 5,44 miliar di kuartal kedua 2008 menjadi US$ 3,68 miliar di periode yang sama 2009.
Dengan adanya kenaikan harga tembaga setelah sempat ringsek di akhir tahun lalu, Freeport sebenarnya mencoba meningkatkan produksinya dari sejumlah tambang yang nganggur.
"Meski kondisi pasar tetap saja lemah, stok sangat rendah dan industri menghadapi masalah pasokan, tapi kami masih melihat prospek yang cerah bagi tembaga," kata Chief Executive Richard Adkerson kepada analis Wall Street Seperti dikutip Reuters.
Adkerson menjelaskan, Freeport bisa memangkas 33 persen biaya tambangnya. Misalkan biaya produksi satu pound tembaga di Amerika Utara turun jadi to $1,24 dari sebelumnya $1,84 di 2008.
Sementara harga jual rata-rata tembaga Freeport tercatat sebesar $2,22 per pound di kuartal kedua atau di atas rata-rata London Metal Exchange yang sebesar $2,12 per pound.
Realisasi produksi Freeport pada kuartal II-2009 lebih tinggi dari yang direncanakan. Namun untuk kuartal III-2009, perusahaan kembali memperkirakan akan mencatat penurunan penjualan tembaga, emas dan molybdenum.
"Saya terkejut, tapi kalau dilihat kembali, Freeport berhasil menghadapi pelemahan ekonomi dengan baik. Biaya bisa kami pangkas, volume naik dan harga membaik," kata Brian Hicks, co-Manager U.S. Global Investors.
Adkerson juga memastikan bahwa produksinya di tambah emas Grasberg (Indonesia) tidak akan terpengaruh kasus penembakan pekerja Australia di lokasi tersebut.
(lih/qom)
Freeport berhasil menahan penurunan laba dengan memangkas 33 persen biaya penambangan dan tertolong kenaikan penjualan emas yang mencapai 3 kali lipat.
Berdasarkan situs resmi Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, seluruh penjualan emas Freeport berasal dari tambang Grasberg (Papua, Indonesia). Tak hanya itu, cadangan tembaga Freeport yang terbesar juga berlokasi di Grasberg.
Selain di Indonesia, tambang tembaga Freeport berada di Amerika Selatan, Amerika Utara dan Tenke Fungurume (Kongo). Sedangkan untuk tambang molybdenum, Freeport mengelola tambang di Amerika Utara.
Seperti dikutip Reuters, Rabu (22/7/2009), penjualan emas Freeport pada kuartal II- 2009 tercatat sebesar 837.000 ounces atau melonjak dari kuartal kedua 2008 yang sebanyak 265.000 ounces.
Sedangkan penjualan tembaga di kuartal II-2009 tercatat 1,1 miliar pounds atau naik dari periode yang sama 2008 yaitu sebesar 942 juta pounds. Untuk molybdenum, penjualannya tercatat sebanyak 16 juta pounds di kuartal kedua 2009 atau turun dari kuartal kedua 2008 yang sebanyak 20 juga pounds.
Namun meski mencatat kenaikan penjualan, laba Freeport pada kuartal kedua 2009 tercatat turun menjadi US$ 588 juta dari US$ 947 juta di periode yang sama di 2008. Laba per saham juga turun dari US$ 2,25 menjadi US$ 1,38.
Sementara pendapatan perusahaan turun dari US$ 5,44 miliar di kuartal kedua 2008 menjadi US$ 3,68 miliar di periode yang sama 2009.
Dengan adanya kenaikan harga tembaga setelah sempat ringsek di akhir tahun lalu, Freeport sebenarnya mencoba meningkatkan produksinya dari sejumlah tambang yang nganggur.
"Meski kondisi pasar tetap saja lemah, stok sangat rendah dan industri menghadapi masalah pasokan, tapi kami masih melihat prospek yang cerah bagi tembaga," kata Chief Executive Richard Adkerson kepada analis Wall Street Seperti dikutip Reuters.
Adkerson menjelaskan, Freeport bisa memangkas 33 persen biaya tambangnya. Misalkan biaya produksi satu pound tembaga di Amerika Utara turun jadi to $1,24 dari sebelumnya $1,84 di 2008.
Sementara harga jual rata-rata tembaga Freeport tercatat sebesar $2,22 per pound di kuartal kedua atau di atas rata-rata London Metal Exchange yang sebesar $2,12 per pound.
Realisasi produksi Freeport pada kuartal II-2009 lebih tinggi dari yang direncanakan. Namun untuk kuartal III-2009, perusahaan kembali memperkirakan akan mencatat penurunan penjualan tembaga, emas dan molybdenum.
"Saya terkejut, tapi kalau dilihat kembali, Freeport berhasil menghadapi pelemahan ekonomi dengan baik. Biaya bisa kami pangkas, volume naik dan harga membaik," kata Brian Hicks, co-Manager U.S. Global Investors.
Adkerson juga memastikan bahwa produksinya di tambah emas Grasberg (Indonesia) tidak akan terpengaruh kasus penembakan pekerja Australia di lokasi tersebut.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 10:02 WIB
Equator Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas
-
Jumat, 25/05/2012 09:58 WIB
Spanola Tambah Saham, RICY Menuju Rp 500?
-
Jumat, 25/05/2012 09:54 WIB
Semesta Indovest: Bursa Berpeluang Masuk Zona Hijau
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 09:39 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
