Ginsi Ingin Monopoli Impor Miras Dipertahankan
Rabu, 22/07/2009 16:40 WIB
Foto: Hendra/detikFinance
Jakarta - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) masih menginginkan monopoli tunggal dalam importasi produk minuman beralkohol (miras). Hal ini bertujuan agar tidak terjadi peluang penyalahgunaan impor miras.
Katua Umum Ginsi Amirudin Saud mengatakan masalah importir miras harus diatur dan tidak bisa semua pelaku importir bisa melakukan impor miras.
"Karena kalau dibuka semua, orang Indonesia bisa mabuk semuanya, lagian yang diimpor itu kan barang (miras) asing," katanya saat ditemui Four Seasons Hotel, Rabu (22/7/2009).
Dikatakannya upaya ini untuk menekan terjadi penyalahgunaan impor miras, sebab jika dibuka oleh banyak pemain peluang penyalahgunaan impor semakin besar.
Amirudin juga menegaskan langkah Bea Cukai yang membuat daftar high risk bagi anggotanya kurang tepat karena umumnya para prilaku impotir tidak melakukan impor barang secara terus menerus. Sebagai mana diketahui importir miras tunggal PT Sarinah berdasarkan versi Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi masuk dalam daftar importir high risk.
"Saya kira itu nggak benar, karena importir nggak setiap hari impor, karena nggak aktif dikira high risk," ucapnya.
Dikabarkan Departemen Perdagangan sedang mempertimbangkan membuka perizinan baru bagi importir miras. Diataranya akan merevisi Permendag No 15 tahun 2006 tentang pengawasan dan pengendalian impor, pengedaran dan penjualan, perizinan minuman beralkohol.
(hen/lih)
Katua Umum Ginsi Amirudin Saud mengatakan masalah importir miras harus diatur dan tidak bisa semua pelaku importir bisa melakukan impor miras.
"Karena kalau dibuka semua, orang Indonesia bisa mabuk semuanya, lagian yang diimpor itu kan barang (miras) asing," katanya saat ditemui Four Seasons Hotel, Rabu (22/7/2009).
Dikatakannya upaya ini untuk menekan terjadi penyalahgunaan impor miras, sebab jika dibuka oleh banyak pemain peluang penyalahgunaan impor semakin besar.
Amirudin juga menegaskan langkah Bea Cukai yang membuat daftar high risk bagi anggotanya kurang tepat karena umumnya para prilaku impotir tidak melakukan impor barang secara terus menerus. Sebagai mana diketahui importir miras tunggal PT Sarinah berdasarkan versi Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi masuk dalam daftar importir high risk.
"Saya kira itu nggak benar, karena importir nggak setiap hari impor, karena nggak aktif dikira high risk," ucapnya.
Dikabarkan Departemen Perdagangan sedang mempertimbangkan membuka perizinan baru bagi importir miras. Diataranya akan merevisi Permendag No 15 tahun 2006 tentang pengawasan dan pengendalian impor, pengedaran dan penjualan, perizinan minuman beralkohol.
(hen/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 10:19 WIB
Telat Laporkan Kinerja Keuangan, Bank Mutiara Diomelin Bursa
-
Jumat, 25/05/2012 10:10 WIB
Erdikha Sekuritas: Yunani dan Uni Eropa Masih Jadi Acuan IHSG
-
Jumat, 25/05/2012 10:02 WIB
Equator Securities: IHSG Akan Menguat Terbatas
-
Jumat, 25/05/2012 09:58 WIB
Spanola Tambah Saham, RICY Menuju Rp 500?
-
Jumat, 25/05/2012 09:54 WIB
Semesta Indovest: Bursa Berpeluang Masuk Zona Hijau
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:33 WIB
8 Cara Mudah Genjot Modal Usaha
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 09:03 WIB
Kemenkeu Klaim Pembenahan di Ditjen Pajak Terus Berjalan
-
Jumat, 25/05/2012 09:39 WIB
Pasar Global Belum Kondusif, IHSG Melemah 16 Poin
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
