Cegah Suap, Kantor Perbendaharaan Negara akan Dipasangi CCTV
Kamis, 23/07/2009 07:40 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani akan menyiapkan kamera
CCTV untuk mengawasi jajarannya agar tidak menerima suap, khususnya pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Penegasan itu disampaikan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR mengenai anggaran Departemen Keuangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu malam (22/7/2009).
"KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) yang ada sekarang beroperasi secara manual. Jadi ada orang yang masih minta uang pelicin. Dalam survei KPK, Ditjen Perbendaharaan rating tidak terlalu bagus. Tapi di Jawa Timur KPK menyamar jadi pengguna anggaran dan memberikan amplop, kemudian ditolak. Tapi masih ada yang berani minta. Kalau DPR memberikan approval, kasih saja CCTV," tuturnya
Menurut Sri Mulyani, pengawasan ketat ini penting terutama untuk Direktorat Jenderal yang terkait dengan pelayanan publik.
"Di Bea Cukai, yang kena juga petugas pemeriksa dokumen yang diselipi uang," imbuhnya.
Sikap anti suap di Depkeu ini tidak dianggap remeh oleh Sri Mulyani.
"Tidak bisa dengan pidato saja. Tapi moral anak buah harus dijaga jangan sampai ada anggapan pimpinan sengaja menjebak," tegasnya.
Pencegahan ini menurutnya juga bisa dilakukan dengan langkah komputerisasi sistem sehingga mengurangi interaksi petugas dengan masyarakat.
(dnl/qom)
CCTV untuk mengawasi jajarannya agar tidak menerima suap, khususnya pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Penegasan itu disampaikan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR mengenai anggaran Departemen Keuangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu malam (22/7/2009).
"KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) yang ada sekarang beroperasi secara manual. Jadi ada orang yang masih minta uang pelicin. Dalam survei KPK, Ditjen Perbendaharaan rating tidak terlalu bagus. Tapi di Jawa Timur KPK menyamar jadi pengguna anggaran dan memberikan amplop, kemudian ditolak. Tapi masih ada yang berani minta. Kalau DPR memberikan approval, kasih saja CCTV," tuturnya
Menurut Sri Mulyani, pengawasan ketat ini penting terutama untuk Direktorat Jenderal yang terkait dengan pelayanan publik.
"Di Bea Cukai, yang kena juga petugas pemeriksa dokumen yang diselipi uang," imbuhnya.
Sikap anti suap di Depkeu ini tidak dianggap remeh oleh Sri Mulyani.
"Tidak bisa dengan pidato saja. Tapi moral anak buah harus dijaga jangan sampai ada anggapan pimpinan sengaja menjebak," tegasnya.
Pencegahan ini menurutnya juga bisa dilakukan dengan langkah komputerisasi sistem sehingga mengurangi interaksi petugas dengan masyarakat.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
Ranch Market Tawarkan Saham IPO Rp 425- 510
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
