detikfinance

Laba Bank Century Tumbuh 204%

Herdaru Purnomo - detikfinance
Kamis, 23/07/2009 13:20 WIB
Foto: dok detikcom
Jakarta - Setelah sempat mengalami goncangan hingga harus diambilalih pemerintah, PT Bank Century Tbk (Century) masih bisa mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 204 persen. Per 30 Juni 2009, Bank Century bisa meraup laba Rp 139,999 miliar.

Selain itu, CAR perseroan juga naik menjadi 8,25 persen. Perolehan dana rupiah selama semester I-2009 tercatat sebesar Rp 238 miliar dan volume jual beli bank notes mencapai US$ 20-30 juta dengan pendapatan fee based Rp 500 juta per bulan.

Direktur Utama Century, Maryono mengatakan perbaikan kinerja ini akibat membaiknya indikator-indikator perbankan.

"Seperti permodalan, aktiva produktif, rentabilitas dan likuiditas. Selain itu kami juga bekerja keras melakukan konsolidasi dan transformasi bisnis menyangkut citra perusahaan, kondisi keuangan dan penajaman penguatan good corporate governance," ujarnya dalam konferensi pers kinerja Bank Century di Graha Finansial, Jakarta, Kamis (23/07/2009).

Maryono mengatakan total aset pada 30 Juni 2009 mencapai Rp 6,626 triliun atau meningkat dari Rp 5,585 triliun pada enam bulan sebelumnya.

"Dana rupiah juga naik menjadi Rp 5,191 triliun dari sebelumnya Rp 5,116 triliun," tuturnya.

Untuk Rasio Kredit Bermasalah (NPL) sampai dengan akhir Juni 2009, Maryono mengatakan cenderung membaik menjadi 7,3 persen. "Padahal per 31 Desember 2008 masih 10,42 persen," jelas Maryono.

Perbaikan kinerja juga terjadi pada rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) yang menurun dari 93,16 persen menjadi 83,98
persen.

Maryono mengemukakan indikator-indikator perbankan tersebut telah sesuai dengan ketentuan dari otoritas moneter atau telah menunjukkan kecenderungan membaik.

Strategi keuangan Century ke depannya, lanjut Maryono, antara lain dengan menggenjot pertumbuhan dana rupiah dan optimalisasi pengelolaan aset produktif.

"Century akan fokus pada ekspansi segmen retail dan konsumer dan dalam jangka pendek pendanaan tetap di back up oleh deposito," paparnya.

Selain itu, dalam jangka panjang, sambung Maryono, diprioritaskan pengembangan dana tabungan. "Penerapan GCG juga menjadi program utama manajemen," pungkasnya.


(dru/lih)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.